Tech

Tak Butuh Kasir, Minimarket Canggih Pertama Dibuka di Timur Tengah

Jingga Irawan

Posted on September 7th 2021

Credit: Associated Press

Konsep belanja tanpa kasir sekarang tak hanya ada di Amerika Serikat. Dilansir Associated Press pada Selasa (7/9), raksasa ritel ternama, Carrefour, meluncurkan minimarket tanpa kasir pertama serba otomatis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Seperti toko kelontong tak berawak terobosan Amazon yang dibuka pada 2018, minimarket Carrefour terlihat seperti toko serba ada pada umumnya, penuh dengan soda dan makanan ringan. Namun minimarket tersebut memiliki sistem canggih yang dapat melacak pergerakan pembeli dan mengurangi antrean pembayaran.

Menurut CEO Majid Al Futtaim, retail yang mengoperasikan Carrefour, Hani Weiss, minimarket itu dilengkapi dengan sensor dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hampir seratus kamera pengintai kecil menyelimuti langit-langit dan sensor yang tak terhitung jumlahnya melapisi rak.

Pengunjung yang ingin berbelanja di toko wajib menginstall aplikasi khusus. Ketika akan masuk, mereka wajib melakukan scan QR Code yang ada di aplikasi, kemudian pengunjung bisa mengambil makanan apa pun tanpa membayar secara manual. Nantinya, jumlah tagihan yang dibayar akan disampaikan kepada pengunjung melalui aplikasi.

"Beginilah masa depan akan terlihat," kata Hani Weiss. "Kami percaya pada toko fisik di masa depan. Namun, kami percaya pengalaman akan berubah,” imbuhnya.

Toko eksperimen yang disebut Carrefour City+ adalah tambahan terbaru di bidang otomatisasi ritel yang sedang berkembang. Perusahaan sedang berupaya untuk memotong biaya tenaga kerja, menghilangkan  antrean panjang dan mengumpulkan data penting tentang perilaku belanja.

"Kami menggunakan (data) untuk memberikan pengalaman yang lebih baik di masa depan, di mana pelanggan tak perlu memikirkan produk berikutnya yang mereka inginkan," kata Hani. “Semua informasi digunakan secara internal untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik.”

Pelanggan harus memberikan izin kepada Carrefour untuk mengumpulkan data informasi mereka, yang dijanjikan perusahaan tak akan dibagikan. Tetapi biasanya bentuk teknologi semacam ini menimbulkan kekhawatiran privasi, seperti yang dilakukan Amazon di Amerika Serikat.

Sebelum Carrefour, Amazon juga mengoperasikan beberapa toko futuristik seperti itu, yang dikenal sebagai Amazon Go. Dengan Pandemi Covid-19 yang memaksa pembatasan sosial, banyak perusahaan semakin berinvestasi dalam otomatisasi.

Di sisi lain, visi tersebut juga mengancam hilangnya pekerjaan manusia di seluruh industri. Akan tetapi, Carrefour menekankan bahwa pekerja manusia, setidaknya dalam jangka pendek, masih diperlukan untuk "mendukung pelanggan" dan membantu mesin.

“Tak ada masa depan tanpa manusia,” pungkas Hani.(*)

 

Related Articles
Tech
Gerai Baru Starbucks di NYC Dilengkapi Teknologi Tanpa Kasir Amazon Go

Interest
Mau Lihat Air Mancur Terbesar yang Pecahkan Rekor Guinness World? Yuk ke Dubai

Current Issues
Kurangi Pemanasan, UEA Ciptakan Hujan Buatan dengan Drone Penembak Listrik