Lifestyle

Kenapa sih Interaksi Online Gak Bisa Memuaskan Seperti Interaksi Langsung?

Dunia daring banyak halangannya~

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 7th 2021

(Ilustrasi: Storyset/Freepik)

Pandemi bikin kita semua terpaksa memutus banyak interaksi langsung yang bisa kita lakukan. Entah ketemu di sekolah, kampus, pas nongkrong, semuanya jadi susah dilakukan pas pandemi. Terlebih lagi, interkasi daring nggak bisa sepenuhnya menggantikan interkasi live yang terasa lebih asyik.

Nah, kenapa sih interkasi lewat media daring dampaknya gak sebaik interaksi digital? Simak beberapa alasannya.

Interaksi real life menurunkan berdampak baik pada kesehatan mental

Dalam penelitian yang dilakukan Meshi dan Ellithorpe (2021), interaksi dunia nyata berkaitan erat dengan turunnya tingkat depresi, kecemasan, dan isolasi sosial. Kalau interaksi lewat media sosial sebenarnya nggak berdampak buruk, tapi gak membawa dampak positif tersebut.

Kalau menggunakan media sosial sebenarnya nggak secara langsung bikin kesehatan mental lebih buruk. Namun, kemungkinan itu bisa terjadi kalau kita menggunakannya secara berlebihan. Ini karena terlalu lama di dunia maya mengurangi dukungan sosial yang bisa kita dapatkan dari dunia nyata, hingga akhirnya berdampak pada kondisi kesehatan mental yang menurun.

Respons terlambat bikin khawatir

Kalau berbicara lewat chat, kita bebas mau mulai dan mengakhiri kapan aja. Tiba-tiba menghilang alias ghosting juga bisa. Dilansir dari Psychminds, ketika ketika berinteraksi dan lawan bicara tiba-tiba menghilang, kita jadi merasa nggak worthy buat diperhatikan. Ini lama-kelamaan bisa bikin kita takut buat memulai pembicaraan baru.

Kesalahpahaman rawan terjadi

Tentunya kita sulit buat melihat gelagat, ekspresi, atau tanda-tanda nonverbal lainnya ketika berkomunikasi lewat media daring. Meski lewat video call, kita nggak bisa leluasa memahami lawan bicara kita. Akibatnya, kita gak sepenuhnya paham keadaan emosi atau situasi yang diceritakan dan lawan memicu salah paham. Apalagi kalau si lawan bicara sukanya kasih kode-kode, bukan bicara straightforward.

Di dunia maya lebih gampang memalsukan kebenaran

Semua yang diucapkan pas interaksi langsung tentunya gak bisa ditarik kembali. Beda kalau bicara lewat chat, semua hal bisa di-unsend. Caption bisa diedit, story bisa dihapus terus diunggah lagi (tapi Twitter masih belum bisa edit twit tentunya). Semua fitur ini memudahkan kita memalsukan fakta dan gak jujur dengan apa yang kita katakan. Pasti curiga dong kalau ada orang yang unsend banyak chat!?

Nah, itu dia beberapa alasan kenapa interaksi langsung memang membawa lebih banyak dampak baik daripada melalui media sosial. Namun, bukan berarti interaksi daring itu sepenuhnya salah ya. Pastikan untuk bermedia sosial secara wajar. Siapa tahu sebentar lagi kita bisa kembali merasakan interaksi langsung lagi! (*)

Related Articles
Lifestyle
4 Tanda Kalau Circle Pertemananmu Gak Suportif dan Harus Dihindari

Lifestyle
4 Langkah Memperkuat Pertemanan, Biar Gak Sekadar Nyapa atau Tanya Kabar Doang

Lifestyle
5 Tips Menghindari Drama Gak Penting dengan Orang Lain