Entertainment

Evolusi 'Shang-Chi': Dari Karakter Komik Terlupakan Jadi Superhero Layar Lebar

Jingga Irawan

Posted on September 6th 2021

Credit: Marvel 

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menjadi tren di berbagai media sosial beberapa waktu terakhir. Film besutan Marvel Studios yang menampilkan superhero Asia tersebut menarik perhatian dari berbagai aspek: sejarahnya, plot, hingga pemilihan karakter.

Melansir CNN International, karakter Shang-Chi pertama kali muncul pada 1973. Karakter tersebut diciptakan seiring populernya film seni bela diri di Amerika Serikat. Pertama, dia adalah "Master of Kung Fu" dan pembunuh yang berubah menjadi pahlawan.

Komik Shang-Chi digambarkan memiliki karakter utama berkulit emas cerah. Cerita mengenai Shang-Chi membuat pembentukan karakternya tak terlalu menyudutkan ras tertentu. 

Premis utama cerita di komik adalah Shang-Chi sebagai karyawan di sebuah toko roti di Chinatown San Francisco. Bulan ini, Shang-Chi terlahir kembali di layar lebar dibintangi oleh Simu Liu, Awkwafina dan Tony Leung.

Dengan keluarnya Iron Man, Steve Rogers, dan Black Widow, kesempatan ini bisa menjadi giliran Shang-Chi untuk membintangi serangkaian film bernilai miliaran dolar dan mengumpulkan banyak penggemar dari berbagai kalangan.

Tapi selama bertahun-tahun, Shang-Chi sempat terasing dari Marvel. Seri awalnya bahkan sempat tak dicetak untuk sementara waktu, berkat satu karakter rasis Marvel kehilangan hak pakainya, kata Steve Englehart, salah satu penulis komik yang menciptakannya.

Dari komik yang meniru film kung fu hingga serial baru yang lebih menekankan identitas karakter sebagai imigran Tiongkok, Shang-Chi akhirnya berkembang menjadi salah satu liga utama Marvel.

Masalah awal Shang-Chi

Kehidupan Shang-Chi selalu sama, ia adalah seorang seniman bela diri yang spektakuler, dibayangi kehidupan masa lalunya dan selalu tersiksa oleh masalah ayahnya. Steve Englehart dan Jim Starlin adalah tim dua orang yang menghidupkan karakter itu.

Pada awal 1970-an, Englehart dan Starlin mendekati Detective Comics (DC) dengan sebuah ide, yakni menciptakan sebuah buku komik yang diinspirasi dari serial David Carradine, Kung Fu. Serial ini telah dikritik karena penggunaan "wajah kuning,” atau pemeran aktor kulit putih sebagai karakter Asia.

Starlin menyukai elemen seni bela diri dari cerita, sementara Englehart mengatakan dia tertarik untuk mempelajari Taoisme dan filosofi lain untuk menyempurnakan karakternya. Keduanya mengira mereka telah menemukan kecocokan dengan Kung Fu, tetapi DC berpikir "Kegemaran tentang kung fu akan hilang," kata Starlin.

Jadi, Englehart dan Starlin datang ke Marvel, perusahaan setuju hanya setelah keduanya memberikan tambahan beberapa karakter yang sudah ada sebelumnya ke dalam komik mereka, kata keduanya kepada CNN International

Dalam hal ini, perusahaan memiliki hak atas karakter Fu Manchu, seorang pria Tionghoa yang dibuat oleh penulis Inggris Sax Rohmer pada awal abad ke-20. Penjahat itu kemudian dijadikan sebagai ayah Shang-Chi.

Saat itu, Englehart dan Starlin diperintahkan untuk membuat karakter mereka berketurunan kuli Putih. Englehart terbiasa dengan rasisme dari pembaca buku komik, jadi untuk mendapatkan persetujuan, mereka membuat ibu Shang-Chi seorang wanita Amerika kulit putih.

Ada juga soal pewarnaan. Komik pada saat itu terbatas pada perpaduan warna yang bisa digunakan untuk menghasilkan corak tertentu. Pewarnaan yang dipilih untuk warna kulit Shang-Chi telah ditentukan sebelumnya dan akhirnya menjadi rona oranye-kuning.

"Melihat ke belakang, itu memalukan," kata Starlin tentang warna kulit yang dipilih untuk karakter tersebut. "Shang-Chi adalah ciptaan pada saat tak hanya ada pandangan terbatas di antara banyak orang sejauh apa dunia itu, tetapi kami sangat terbatas dalam apa yang bisa dilakukan secara teknologi."

Kedua penulis akhirnya setuju untuk membuat perubahan demi menyempurnakan komik, mereka harus menceritakan sisa cerita seperti yang mereka inginkan.

Englehart menulis Shang-Chi sebagai cerebral, calon filsuf yang bersaing dengan sejarah keluarga kekerasan dan keinginan untuk menjadi lebih baik, sementara Starlin membuat sketsa adegan kompleks kung fu pertandingan Shang-Chi.

"Dia adalah karakter yang cukup bermoral di dunia yang sangat korup, sama seperti Captain America," kata Starlin kepada CNN International.

"Dia dibesarkan untuk menjadi karakter seniman bela diri yang sempurna, mendalami filosofi Timur," kata Englehart kepada CNN International.

"Tetapi kemudian dia menemukan bahwa semua yang telah dilakukan untuk melayani ayahnya yang jahat. Jadi dia memberontak terhadap itu, kemudian membuat jalannya di dunia yang dia tidak mengerti, masalah demi masalah, dan melihatnya melalui filosofis."

Marvel tak menyangka Shang-Chi akan sukses besar, debutnya dimasukkan ke dalam seri terbatas, Special Marvel Edition #15. Itu adalah pengenalan singkat tentang karakter, yang mencakup asal-usulnya sebagai seorang pembunuh yang dilatih oleh ayahnya, seorang penjahat yang menggunakannya untuk mendapatkan keabadian, dan kesadarannya bahwa dia telah bertarung di pihak yang salah.

Kemudian Marvel saat itu menginginkan seri bulanan, seri tahunan, beberapa edisi khusus dan versi hitam-putih dari seri lain yang berpusat pada Shang-Chi.

Seri 'Shang-Chi' yang baru menyelaraskan kembali identitas sang pahlawan

Serial Master of Kung Fu Shang-Chi kemudian dibuat oleh Doug Moench dan artis Paul Gulacy, yang referensi sinematiknya seperti Lee dan Bond, memenangkan penggemar baru Shang-Chi saat serial ini berlanjut hingga tahun 1980-an. Shang-Chi juga muncul di komik Marvel di tahun-tahun berikutnya, tetapi tak pernah menjadi karakter utama dengan cara yang sama ketika memulai debutnya.

Baru pada tahun 2020 penulis Gene Luen Yang ditunjuk untuk mengambil alih serial Shang-Chi baru. Bersama seniman Dike Ruan dan Philip Tan, Yang membangun identitas Shang-Chi berdasarkan sejarahnya dalam komik dan diaspora Tiongkok.

"Saya bukan penggemar Shang-Chi ketika saya masih kecil," kata Luen Yang dalam wawancara Februari di podcast Marvel's Voices.

"Saya menemukan komik Shang-Chi itu pada saat saya merasa tak nyaman menjadi orang Tionghoa-Amerika. Jadi rasanya seperti, kalian tahu, anak Tionghoa-Amerika mengambil komik dengan pahlawan super Tiongkok, seperti saya menyoroti apa yang membuat saya berbeda."

Tetapi dengan mengambil kendali atas komik Shang-Chi, Yang membantu membentuknya kembali menjadi sebuah cerita yang bisa berarti baginya ketika dia masih muda. Waktu rilisnya juga bertepatan dengan gelombang kebencian anti-Asia.

Dalam wawancara tahun 2020 dengan Syfy Wire, Yang mengatakan dia ingin interpretasinya tentang Shang-Chi menjadi "pahlawan tiga dimensi," untuk menarik pembaca dari semua latar belakang dan menangkal keburukan dari kekerasan serta diskriminasi anti-Asia.

Shang-Chi versi Yang diceritakan lahir di Tiongkok tetapi tinggal di California, dengan senang hati bekerja sebagai pelayan di belahan dunia yang jauh dari ayahnya, yang sekarang bernama Zheng Zhu.

Sementara Starlin dan Englehart ingin memperkenalkan konsep Kung Fu dan filosofi kepada para pembaca Amerika, Yang ingin menunjukkan kepada para pembaca bahwa cerita Shang-Chi, meskipun dibawanya dari Tiongkok ke Chinatown dan kembali lagi, pada dasarnya adalah cerita Amerika.

"Para pahlawan super, yang terbaik, mengekspresikan Amerika dengan sebaik-baiknya," katanya di podcast Marvel.

“Dengan Shang-Chi khususnya, dia adalah seorang imigran. Dalam cerita aslinya, dia datang sebagai orang dewasa, dan dia benar-benar menemukan identitasnya selain dari keluarganya, dia menemukan identitasnya sebagai superhero di sini di Amerika."

Shang-Chi bukan satu-satunya superhero Asia di dunia Marvel. ada Ms. Marvel, alias Kamala Khan, seorang remaja Pakistan-Amerika. Ditambah, Gemma Chan, Kumail Nanjiani dan Don Lee semuanya akan muncul dalam film MCU yang disutradarai Chloe Zhao, Eternals.

Dan sekarang versi Shang-Chi yang lebih baru hidup dalam film, karakter tersebut akhirnya bisa mendapatkan pengakuan, dan kisahnya mendapat perhatian yang sama, yang telah lama dinikmati oleh sesama pahlawan Marvel.(*)

Related Articles
Entertainment
Rilis ‘Shang-Chi’ di Tiongkok Belum Jelas, Simu Liu Tenangkan Fans yang Galau

Entertainment
Sorry, 'Shang-Chi and and the Legend of the Ten Rings' Hanya Tayang di Bioskop

Entertainment
Lil Nas X Disebut Selamat dari Thanos Snap Berkat Adegan Film “Shang-Chi” Ini