Lifestyle

Sering Merasa Haus Atau Anxious ? Mungkin Kamu Perlu Tidur Lebih Lama

Untuk kaum deadliners dan night owl nih.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on September 5th 2021

(Ilustrasi: Freepik)

Di tengah zaman yang serbasibuk seperti sekarang, kita dituntut buat mencapai banyak hal meski harus berkorban banyak. Tentunya yang paling sering dikorbankan itu adalah waktu tidur! Entah sibuk mengerjakan tugas sekolah, tugas ospek, atau apa pun itu, tidur jadi sasaran empuk korban ambisi kita.

Sayangnya, kekurangan tidur dapat mengakibatkan sederet masalah serius pada tubuh. Dilansir dari Healthline, dampak negatif yang bisa kita rasakan antara lain menurunkan memori jangka pendek dan panjang, sulit konsentrasi, jadi moody, meningkatkan risiko diabetes, meningkatkan risiko penyakit jantung, hingga menurunkan keseimbangan.

Nah, kamu perlu peka dengan kode-kode yang dikirim tubuh pas kita kekurangan tidur. Simak beberapa tandanya di bawah ini, seperti yang dilansir dari Psychology Today.

Kamu bisa tidur dalam sekejap

Menghabiskan waktu 30 menit atau lebih buat terlelap itu memang pertanda kita nggak cukup tidur. Namun, terlalu cepat tidur ketika kita menempelkan kepala ke bantal juga bukan pertanda baik. Biasanya disebut dengan istilah pelor (nempel molor) nih. Idealnya, kita perlu 10-20 menit untuk tertidur dan terlelap dengan cepat jadi salah satu tanda kita kelelahan dan kurang tidur.

Dehidrasi

Sebuah penelitian dengan sampel dari Amerika Serikat dan Tiongkok menunjukkan bahwa kekurangan tidur meningkatkan potensi kekurangan cairan. Hal ini kemungkinan terjadi karena adanya hormon vasopressin, hormone yang diproduksi tubuh saat kita tidur untuk mencegah kita dehidrasi. Kalau kita kurang tidur, produksi hormon tersebut bisa terganggu dan bikin kita lebih berpotensi merasakan dehidrasi.

Pengin makan junk food terus

Lagi-lagi ini disebabkan karena hormon. Kurang tidur bikin hormon pendorong nafsu makan, ghrelin, meningkat. Di sisi lain, hormon yang bertugas memberitahu kita kalau kita kenyang, leptin, justru menurun. Akibatnya, kita jadi doyan makan camilan dan malas olahraga. Say hello to weight gain.

Sering merasa khawatir

Merasa khawatir atau dalam masa depresi bisa mengganggu tidur, tapi kekurangan tidur juga dapat membuat kita merasa cemas dan stres. Kesehatan otak kita bergantung pada cukupnya tidur di malam hari. Tidur yang cukup memberikan waktu untuk otak kita memproses informasi emosi yang dapat berpengaruh pada mood, memori, dan kemampuan berpikir kritis.

Badan suka sakit tanpa sebab

Dilansir dari Insider, kekurangan tidur juga bisa bikin kita merasakan linu atau sakit di tubuh. Normal kalau sebelumnya kita memang melakukan workout berat, tapi rasa sakit ini juga bisa muncul kalau kita kurang tidur. Ini karena saat tidur ada proses perbaikan jaringan tubuh. Kalau nggak tidur, sama aja kita nge-skip prosesnya.

Nah, itu dia sederet pertanda kalau kamu kekurangan tidur. Ingat, tidur utama ada di malam hari. Tidur siang nggak bisa menggantikan peran tidur malam. Boleh kok tidur sejenak, tapi nggak lebih dari 90 menit dan gak terlalu dekat dengan jam tidur. (*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Bukan cuma Junk Food, 7 Kebiasaan Sepele Ini Juga Buruk untuk Tubuh

Lifestyle
Seberapa Penting Sih Menurunkan Berat Badan untuk Kesehatan? Yuk Cari Tahu

Lifestyle
Sambut Tahun Baru, Ini Resolusi Kesehatan yang Harus Kalian Buat di 2022