Current Issues

Studi: Vaksin Covid-19 Dapat Turunkan Risiko Long Covid

Dwiwa

Posted on September 4th 2021

 

Keberadaan vaksin telah menjadi salah satu senjata ampuh untuk melawan Covid-19. Vaksin telah terbukti dapat menurunkan risiko penyakit parah dan rawat inap. Terbaru, senjata ini juga disebut dapat mengurangi risiko seseorang mengalami gejala Covid-19 jangka panjang alias long Covid.

“Kami menemukan bahwa kemungkinan memiliki gejala selama 28 hari atau lebih setelah infeksi pasca-vaksinasi berkurang kira-kira setengahnya dengan mendapat dua dosis penuh. Hasil ini menunjukkan bahwa risiko Covid yang lama berkurang pada individu yang telah menerima vaksinasi penuh,” tulis para peneliti dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet Infectious Diseases pada Rabu, seperti dikutip dari CNN.

Para peneliti dari institusi di Amerika dan Inggris menganalisa data yang dilaporkan sendiri dari orang dewasa di Inggris yang membagikan gejala Covid-19 menggunakan aplikasi bernama Covid Symptom Study.

Para peneliti memeriksa gejala yang dilaporkan pengguna aplikasi yang mengatakan telah menerima vaksin antara 8 Desember 2020 dan 4 Juli 2021. Mereka membandingkan gejala dari yang sudah divaksinasi dengan yang tidak divaksin.

Dalam studi ini, lebih dari 1,2 juta orang yang telah mendapatkan dosis pertama terlibat. Di antara mereka, ada 0,5 persen atau 6.030 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona terobosan setelah mendapat dosis pertama. Di antara hampir 1 juta orang dewasa yang dilaporkan menerima dosis vaksin kedua, hanya 0,2 persen atau 2.370 yang dinyatakan positif setelah mendapat dua dosis.

Para peneliti menemukan jika beberapa kelompok lebih rentan terhadap infeksi terbososan, terutama setelah dosis vaksin pertama. Kelompok ini adalah mereka yang berusia 60 tahun  atau lebih yang dianggap lemah dan orang yang tinggal di daerah yang “sangat kekurangan”, seperti area padat penduduk. Data juga menunjukkan jika mereka yang tidak obesitas memiliki kemungkinan infeksi lebih rendah setelah dosis vaksin pertama.

Namun secara keseluruhan, peneliti menemukan semua kelompok umur yang sudah divaksinasi dikaitkan dengan laporan gejala Covid-19 yang lebih sedikit saat tertular virus SARS-Cov-2.

Para peneliti mengungkap jika vaksinasi, dibanding dengan tidak vaksinasi, telah terkait dengan penurunan risiko rawat inap Covid-19 atau memiliki lebih dari lima gejala pada minggu pertama penyakit usai mendapatkan dosis pertama atau kedua. Selain itu juga ada pengurangan kemungkinan gejala jangka panjang yang bertahan 28 hari atau lebih usai vaksin dosis kedua.

“Hampir semua gejala individu Covid-19 kurang umum pada peserta yang divaksinasi dan tidak. Lebih banyak orang dalam kelompok yang divaksinasi sama sekali tidak menunjukkan gejala dibanding yang tidak divaksin,” tulis apra peneliti.

Nah, jadi tunggu apa lagi. Yuk segera daftarkan diri kalian untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Selain mendapat perlindungan dari virus corona, vaksin juga membuat kalian bisa lebih bebas beraktivitas loh, seperti misalnya belanja ke mal.

Artikel Terkait
Current Issues
Apakah Vaksin Virus Corona Melindungi Kita dari Long Covid?

Current Issues
Jangan Terjebak dengan Covid-19 “Ringan”, Gejalanya Tak Seenteng Kedengarannya

Current Issues
Studi: Varian Delta Meningkatkan Risiko Rawat Inap Akibat Covid-19