Tech

Twitter Bakal Izinkan Pengguna Sembunyikan Tweet Lamanya

Jingga Irawan

Posted on September 3rd 2021

Credit: Getty Images

Twitter tampaknya sedang merencanakan fitur baru untuk memberi pengguna lebih banyak pembatasan. Menurut laporan The Verge pada Kamis (2/9) raksasa media sosial itu akan menyertakan opsi untuk mengarsipkan tweet lama sehingga tak terlihat oleh pengguna lain setelah jangka waktu tertentu. Mulai dari 30, 60, atau 90 hari atau setahun penuh.

Perusahaan juga menyertakan pilihan untuk membatasi siapa yang dapat melihat tweet yang pengguna sukai, mengizinkan pengguna menarik akunnya dari percakapan di Twitter, dan membiarkan pengguna menghapus pengikut tanpa memblokirnya.

Menurut laporan Bloomberg, penelitian internal di Twitter menemukan bahwa banyak pengguna bahkan tak memahami apakah akunnya sedang dalam kondisi private atau publik. Sehingga perusahaan wajib memastikan bahwa ruang di Twitter aman bagi pengguna dari jangkauan orang lain.

Opsi arsip masih dalam fase konsep. Tetapi Twitter dikabarkan berencana untuk mulai meluncurkan fitur agar pengguna bisa menarik akunnya dari percakapan pada akhir tahun dan membiarkan pengguna menghapus pengikut mulai bulan ini.

“Di Twitter, privasi lebih dari apa yang kami lakukan dengan data kalian, ini juga tentang bagaimana kami membantu kalian merasa aman dan mengendalikan bagaimana kalian muncul di Twitter,” kata seorang juru bicara mengkonfirmasi berita itu dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

“Kami memahami bahwa tak ada satu ukuran yang pas untuk semua pendekatan privasi, jadi kami gerak cepat untuk meluncurkan lebih banyak fitur dan alat untuk memberdayakan orang-orang di Twitter untuk menyesuaikan pengalaman mereka.”

Twitter mengakui bahwa kebijakan dan fitur yang melibatkan privasi sosial terinspirasi dari feedback pengguna melalui studi penelitian global. Mereka juga berjanji akan mulai menguji beberapa fitur ini secepatnya.

Kecepatan pembaruan Twitter telah mengalahkan banyak aplikasi lainnya. Selama setahun terakhir, perusahaan telah menguji fitur monetisasi seperti ruang audio bertiket, dan Super Follows berbasis langganan yang diluncurkan di AS baru-baru ini.(*)

 

Related Articles
Tech
Twitter Kenalkan Fitur Pelaporan Baru Terkait Misinformasi Covid-19 dan Pemilu

Tech
Melanggar Privasi di Korea Selatan, Facebook dan Netflix Didenda Rp 82,6 M

Tech
Facebook dan Twitter Amankan Akun Pengguna Afghanistan di Tengah Gejolak Taliban