Tech

Dibantu NASA, Joby Aviation Uji Coba ‘Taksi Udara’ Listrik

Jingga Irawan

Posted on September 2nd 2021

Credit: NASA

Uji coba pertama dari all-electric Vertical Take Off and Landing (eVTOL) atau yang lebih sederhana dikenal sebagai mobil terbang buatan Joby Aviation telah dimulai. Melansir Gizmodo pada Kamis (2/9) uji coba ini dipimpin oleh NASA, yang juga mendorong pengembangan pesawat canggih serupa.

Uji coba tersebut menandai masuknya eVTOL dalam Advanced Air Mobility National Campaign (AAM) NASA. Dengan begini, NASA berharap dapat memajukan mobilitas wilayah udara di Amerika Serikat, dan membantu mengembangkan air taxi atau taksi udara, drone, serta kendaraan inovasi lainnya ke wilayah udara nasional.

Tes eVTOL Joby Aviation akan berlangsung dari 30 Agustus hingga 10 September, yang bertempat di Electric Flight Base milik perusahaan dekat Big Sur, California.

Joby Aviation adalah perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di California. Mereka berencana meluncurkan layanan taksi udara pada tahun 2024, tetapi harus memenuhi banyak persyaratan yang ditetapkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

“Advanced Air Mobility National Campaign NASA sangat penting untuk mendorong pemahaman ilmiah dan penerimaan publik terhadap pesawat eVTOL,” kata Pendiri dan CEO Joby Aviation, JoeBen Bevirt, dalam sebuah pernyataan NASA.

“Kami sangat bangga telah bekerja sama dengan NASA dalam penerbangan listrik selama 10 tahun terakhir dan menjadi perusahaan eVTOL pertama yang terbang sebagai bagian dari rencana nasional.”

Enam motor listrik dapat mendorong kendaraan lepas landas dan mendarat vertikal tanpa emisi. eVTOL dapat mencapai kecepatan hingga 200 mil per jam (321 km per jam) dan menempuh jarak lebih dari 150 mil (241 km).

Pesawat ini dapat membawa satu pilot dan empat penumpang. Tak lupa, Joby Aviation menggembar-gemborkan dirinya sebagai "Uber of the Air.” Perusahaan ingin pelanggannya memesan perjalanan terbang dengan aplikasi, dan membayar biaya yang serupa dengan kendaraan darat.

Untuk uji terbang perdana, NASA akan memantau kinerja pesawat, mengumpulkan data akustik, dan melihat bagaimana responsnya terhadap pilot. Tes dimaksudkan untuk mencari tahu kekurangan, dan menyediakan data untuk model masa depan serta simulasi konsep penerbangan lanjutan.

Jika semuanya berjalan dengan baik, uji terbang pengembangan ini akan diikuti oleh rangkaian uji kampanye pertama, yang disebut NC-1, yang dijadwalkan akan dimulai tahun depan. Tes ini akan melibatkan skenario penerbangan yang lebih rumit untuk eVTOL.(*)

 

Related Articles
Tech
Sejarah Baru, Tiongkok Jalani Misi Perdananya di Stasiun Luar Angkasa

Tech
Sukses Mendarat di Mars, Tiongkok Berhasil Susul NASA

Tech
Momen Bersejarah Dekade Ini, NASA dan SpaceX Kirim Dua Astronot ke Luar Angkasa