Interest

Bukan Hanya Covid-19, Kemenkes Minta Masyarakat Juga Waspada Demam Dengue

Dwiwa

Posted on September 1st 2021

Indonesia saat ini masih berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Segala daya dan upaya pun dikerahkan oleh pemerintah dan masyarakat agar pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 bisa segera berakhir. Namun terlepas dari itu, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap demam dengue (DD).

Dilansir Antara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Didik Budijanto mengatakan jika ada kecenderungan kasus meningkat. Meski secara nasional fluktuatif, namun pemerintah tidak mau lengah.

Dia menjelaskan jika endemi demam dengue hampir merata di berbagai wilayah di Indoneisa, terutama yang berstatus pandemi Covid-19. Data terakhir dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes pada 28 Juni menunjukkan ada lima daerah yang mengalami lonjakan kasus tinggi.

Di posisi pertama dan kedua ada Kota Bekasi (Jawa Barat) dan Kabupaten Buleleng (Bali) dengan jumlah kasus 796 dan 770. Di posisi ketiga ada Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) dengan 511 kasus, disusul Karawang (Jawa Barat)  dengan 494 kasus di posisi empat dan Kota Jakarta Timur (DKI Jakarta) sebanyak 464 kasus di posisi lima.

Hingga pekan ke-25, total ada 19.156 kasus yang dilaporkan 405 dari total 477 kabupaten/kota di Indonesia. Sementara sebanyak 160 di antaranya dilaporkan meninggal. Menurut Didik, ada potensi lonjakan demam dengue yang berisiko memuncak pada Sempember hingga Desember 2021 dan Januari hingga Maret 2022.

Didik mengatakan jika pemerintah menyiapkan enam strategi nasional untuk menanggulangi demam dengue. Tetapi dari keenam strategi yang disiapkan, peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi yang berkesinambungan, seperti pemberantasan sarang nyamuk, mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Meskipun demam dengue mungkin tidak menular dengan cepat seperti Covid-19, tetapi jika tidak ditangani dengan benar ini juga bisa menjadi ancaman. Karena itu, perlu untuk mengenali gejala demam dengue lebih awal.

Meski memiliki kemiripan, gejala demam dengue dan Covid-19 sebenarnya dapat dibedakan. Gejala awalnya mungkin mirip Covid-19. Namun menurut Didik, Covid-19 umumnya menyerang daerah pernapasan, sedangkan dengue di pencernaan.

Selain itu, demam yang terjadi pada dengue biasanya sulit diturunkan dengan obat penurun panas. Demam yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes aegypti betina ini mempunyai rentang sekitar tiga hari. Suhu tubuhnya juga melonjak tinggi.

Untuk lebih pastinya, bisa dilakukan tes PCR atau antigen yang dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium. Dengan begitu, bisa ditegakkan dengan jelas apakah itu dengue atau Covid-19. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Israel Temukan Sekitar 1 dari 10 Anak Miliki Gejala Covid Berkepanjangan

Current Issues
Studi: Satu Gejala Jangka Panjang Bisa Muncul pada 37 Persen Pasien Covid-19

Current Issues
Sebagian Pengidap Covid-19 Alami Psikosis, Bikin Jadi Halu