Current Issues

Cueki Peringatan IMF, El Salvador Gelontorkan Rp 2,1 Triliun untuk Bitcoin

Jingga Irawan

Posted on September 1st 2021

Credit: Financial Times

Rencana El Salvador untuk menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada 7 September mendatang rupanya berjalan mulus. Kongres negara tersebut baru saja menyetujui undang-undang penggunaan dana USD 150 juta untuk memfasilitasi pertukaran mata uang dari bitcoin ke dolar AS.

Mengutip laporan Reuters pada Rabu (1/9), 64 suara kongres mendukung dan 14 suara menentang keputusan tersebut.

"Tujuan undang-undang ini adalah memberi dukungan finansial alternatif yang disediakan negara, tanpa mengurangi inisiatif swasta, yang memungkinkan pengguna untuk secara otomatis mengubah bitcoin menjadi dolar Amerika Serikat," begitu bunyi salah satu bagian dokumen kongres.

Menurut Presiden El Salvador Nayib Bukele, setidaknya 200 ATM dan 50 pusat konsultasi dari aplikasi dompet digital pemerintah, Chivo, sedang dipasang di berbagai bagian negara. Di lokasi tersebut, pengguna dapat menyetor dan menarik uang tanpa membayar komisi.

Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) telah memperingatkan negara-negara agar tak mengadopsi aset cryptocurrency sebagai mata uang nasional. Dikatakan adopsi aset cryptocurrency seperti Bitcoin dapat berdampak pada stabilitas ekonomi suatu negara.

Dalam sebuah tweet pada hari Minggu (29/8), IMF mengatakan aset kripto yang diterbitkan secara pribadi seperti bitcoin memiliki risiko besar. Membuatnya setara dengan mata uang nasional adalah jalan pintas yang tak disarankan. 

IMF juga membagikan tulisan blog bersama dengan tweet tersebut. Dalam unggahan blog berjudul Aset Crypto sebagai Mata Uang Nasional? Sebuah langkah yang terlalu jauh, IMF menyoroti betapa berisikonya bagi negara-negara untuk mengadopsi koin virtual sebagai alat pembayaran yang sah.

“Beberapa negara mungkin tergoda dengan jalan pintas, mengadopsi aset kripto sebagai mata uang nasional. Banyak yang memang aman, mudah diakses, dan murah untuk bertransaksi. Kami percaya, bagaimanapun, bahwa dalam banyak kasus, risiko dan biaya lebih besar daripada manfaat potensial,” kata IMF. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Sah! El Salvador Jadi Negara Pertama Mengadopsi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Tech
El Salvador Tambang Bitcoin Pakai Energi Panas dari Gunung Berapi

Current Issues
Wali Kota Terpilih New York City Ingin Digaji Pakai Bitcoin