Current Issues

Ini Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin Covid-19

Dwiwa

Posted on August 31st 2021

 

Vaksin Covid-19 menjadi salah satu senjata yang paling diandalkan untuk bisa mengakhiri pandemi Covid-19. Semakin banyak orang divaksin, maka kekebalan kelompok alias herd immunity akan bisa dicapai sehingga pandemi dapat segera dikendalikan.

Di Indonesia sendiri, sudah ada tujuh jenis vaksin yang mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk diberikan kepada masyarakat. Yakni Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm (vaksinasi Gotong Royong), vaksin Covid-19 Bio Farma, dan Sputnik V.

Masing-masing dari jenis vaksin ini memiliki efikasi yang berbeda-beda. Rentangnya pun cukup besar, di kisaran 60-an persen sampai 90-an persen. Hal ini tentu membuat orang bertanya-tanya mana vaksin yang terbaik.

Namun pemerintah melalui situs covid19.go.id menjelaskan jika dalam kondisi saat ini masyarakat tidak perlu pilih-pilih jenis vaksin. Sebab, seluruh vaksin yang disediakan memberikan manfaat yang sama untuk membangun antibodi tubuh guna melawan virus penyebab Covid-19.

Selain itu, semua vaksin yang digunakan di Indonesia juga sudah melewati uji klinis sesuai prosedur dan dipastikan aman untuk digunakan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama para ahli lain juga sudah melakukan kajian terhadap vaksin sebelum memberikan izin penggunaan darurat (EUA).

“Dengan adanya beberapa macam vaksin ini, kami imbau agar masyarakat tidak pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin memberikan manfaat yang sama yaitu membangun antibodi tubuh kita,” papar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Hal terpenting saat ini adalah mendapatkan vaksin sesegera mungkin agar diri sendiri dan orang lain bisa terlindung dari Covid-19. Sebab, meskipun ada kekhawatiran varian Delta berdampak pada efikasi vaksin yang ada saat ini, tetapi semuanya masih terbukti membantu menurunkan risiko keparahan saat terpapar virus SARS-Cov-2.

Apalagi, ahli penyakit menular mengingatkan jika orang yang tidak divaksin berpotensi menjadi “pabrik varian baru”. Sebab, ketika banyak orang yang tidak divaksin, peluang virus untuk berkembang biak semakin besar. Ini tentu membuat virus jadi lebih mudah untuk bermutasi.

Dan jika kalian khawatir dengan efek samping dari vaksin Covid-19, studi mengungkap jika dampak dari terpapar virus SARS-Cov-2 jauh lebih berbahaya. Karena itu, pemerintah mengimbau agar masyarakat segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi. Apapun jenis vaksinnya, itu akan tetap memberikan perlindungan dari infeksi Covid-19. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Mengenal Sputnik V, Vaksin Ke-7 yang Dapat Izin Penggunaan dari BPOM

Current Issues
1,5 Juta Vaksin Pfizer Tiba, Bisa Digunakan untuk Warga Usia 12 Tahun ke Atas

Current Issues
Mengenal Covovax, Vaksin Covid-19 Buatan India yang Dapat EUA BPOM