Current Issues

Mengenal Sputnik V, Vaksin Ke-7 yang Dapat Izin Penggunaan dari BPOM

Dwiwa

Posted on August 31st 2021

(REUTERS/Dado Ruvic)

Ada begitu banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan kekebalan kelompok alias herd immunity guna menghentikan pandemi Covid-19. Selain mempercepat proses vaksinasi, pemerintah juga terus menambah jumlah dosis dan jenis vaksin yang digunakan di Indonesia.

Terbaru, ada vaksin Sputnik V dari Rusia yang mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa (24/8).  Ini merupakan vaksin ke-7 yang mendapatkan EUA di Indonesia.

Pada awal peluncurannya vaksin asal Rusia ini sempat menimbulkan kontroversi karena vaksin ini dianggap terlalu terburu-buru untuk digunakan. Namun seiring berjalannya waktu, vaksin tersebut telah terbukti dapat memberikan perlindungan yang baik dari virus SARS-Cov-2.

Dilansir Antara, berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yang dipublikasikan di Rusia pada 2 Februari 2021, vaksin ini memiliki efikasi, imunogenitas, dan keamanan tinggi. Vaksin juga diklaim 83 persen efektif terhadap varian Delta dengan risiko infeksi berkurang sampai 6 kali lipat.

Sementara untuk efikasi vaksin berbasis adenovirus ini mencapai 91,6 persen dengan rentang confidence 85,6 persen sampai 95,2 persen. Sampai Juli 2021, total ada 70 negara yang sudah menggunakan vaksin Sputnik V untuk menginokulasi warganya.

Untuk sementara, vaksin Sputnik V baru bisa digunakan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini diberikan dengan dosis 0,5 mL lewat dua kali penyuntikan. Untuk rentang waktu antara dosis satu dan dua berkisar tiga minggu.

Sama seperti vaksin lainnya, Sputnik V juga dapat menimbulkan efek samping saat disuntikkan ke dalam tubuh. Beberapa gejala umum seperti demam dan menggigil, nyeri sendi dan otot, nyeri di tempat suntikan, badan lemas, sakit kepala, dan hipertermia.

Selain Sputnik V, vaksin lain yang sudah mendapatkan EUA dari BPOM dan digunakan di Indonesia adalah Sinovac, AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna, Sinopharm, dan vaksin Covid-19 Bio Farma. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Ini Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin Covid-19

Current Issues
Studi: Kemanjuran Pfizer dan AstraZeneca Melemah Hadapi Varian Delta

Current Issues
Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan mRNA Covid-19 Efektif Lawan Virus Corona