Interest

Bagaimana Mengenali Informasi Hoaks di Era Digital?

Dwiwa

Posted on August 29th 2021

Kemajuan teknologi telah membuat informasi dapat menyebar jauh lebih cepat. Hanya dengan satu kali klik, sebuah berita bisa menyebar ke berbagai kota bahkan sampai ke negara berbeda. Apalagi di era pandemi di mana orang jadi lebih sering menggunakan gawai dibanding sebelumnya.

Keinginan orang-orang untuk bisa segera membagikan sebuah informasi ke orang-orang terdekatnya sering membuat mereka lupa untuk lebih dahulu mengecek kebenarannya. Hasilnya, tentu informasi hoaks alias tidak benar juga jadi mudah ikut menyebar.

Dilansir Antara, hingga Juni saja, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menemukan sekitar 1.800 hoaks soal Covid-19 yang sudah disebarkan lebih dari 4 ribu kali di media sosial. Dari jumlah tersebut, 700 di antaranya sudah dilakukan penindakan hukum.

Berbagai upaya pun dilakukan Kementerian Kominfo untuk memerangi hoaks. Salah satunya adalah dengan menekan penyebaran hoaks lewat literasi digital, terutama anak muda. Dengan begitu, diharapkan mereka bisa menjadi agen sosialisasi untuk keluarga, terutama orang tua yang rentan termakan hoaks.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong pun mengingatkan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih dan memilah berita. Terutama di tengah infodemi atau serbuan informasi di media sosial.

 “Jadi kalau informasi itu terlalu baik untuk benar atau terlalu buruk untuk benar maka kita harus curiga. Dalam bahasa umumnya, kalau informasi terlalu bombastis , baik bombastis dalam artian terlalu baik atau bombastis dalam pengertian terlalu buruk,” ujarnya.

Sementara itu Direktur SAS Institute Imdadun Rahmat mengatakan jika informasi ini bisa berpengaruh terhadap nyawa seseorang.

“Bsia jadi untuk orang-orang tertentu mendapatkan informasi yang benar akan menyelamatkan nyawa, sebaliknya mendapatkan informasi yang tidak benar bisa membahayakan nyawa,” ujarnya.

Nah, sebagai kaum muda, kita seharusnya bisa lebih bijak dan cerdas dalam mengolah dan memilah informasi yang kita terima di media sosial. Ingat, jangan mudah percaya dengan broadcast di WhatsApp atau platform perpesanan lainnya. Jangan juga tertipu dengan segala sesuatu yang bertuliskan viral.

Pastikan untuk selalu melakukan pengecekan informasi yang didapat dari situs-situs resmi dan terpercaya. Misalnya untuk informasi Covid-19, kalian bisa mengunjungi situs resmi dari pemerintah atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (*)

 

Artikel Terkait
Interest
Biar Nggak Gampang Kemakan Isu, Kenali Ciri-Ciri Hoaks dan Cara Menghindarinya

Interest
Literasi Jadi Senjata Kementerian Kominfo Tangkal “Tsunami Digital”

Current Issues
Awas! Hoaks Starbucks Larang Karyawannya Ucapkan Selamat Natal