Current Issues

Post Covid Syndrome Hantui Pasien Covid-19

Dwiwa

Posted on August 28th 2021

Saat terpapar Covid-19, satu hal yang paling banyak dikhawatirkan orang adalah kemungkinan terjadinya sakit fatal yang berujung pada kematian. Tetapi selain itu, ada hal lain yang juga tidak bisa diabaikan. Yakni mucnulnya Post Covid Syndrome yang muncul setelah seseorang dinyatakan negatif.

Dilansir dari Antara, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan semua pasien berpotensi mengalami gejala berkelanjutan ini. Baik itu yang OTG, bergejala ringan, maupun berat.

Dalam keterangan pers PPKM secara daring pada Jumat, Reisa menjelaskan jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan ada seperampat penyintas Covid-19 di dunia merasakan Post Covid Syndrome selama sebulan. Bahkan satu dari 10 penyintas masih merasakannya dalam 12 pekan.

Setidaknya ada 200 gejala yang dikenali dalam kasus gejala berkelanjutan. Di antaranya adalah kelelahan, batuk berkepanjangan, nyeri dada dan otot, sampai disfungsi kognitif.

Mengutip laporan WHO, Reisa mengatakan jika sindrom ini memiliki efek serius dalam produktivitas seseorang. Kesehatan mentalnya mungkin terpengaruh sehingga perekonomian individu tersebut juga terdampak.

Sejauh ini, para ahli masih belum dapat menyimpulkan pola umum gejala setelah sembuh dari Covid-19 karena penyakit ini masih baru dan virus terus bermutasi. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir gejala berkelanjutan ini?

Hal paling utama adalah menjaga badan tetap fit. Pasien juga disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan.

Reisa juga menyarankan mereka untuk beraktivitas di ruangan dengan ventilasi yang baik serta berjemur di bawah sinar matahari. Suplemen dan vitamin yang dianjurkan dokter juga bisa tetap dikonsumsi.

“Kalau saatnya tiba, tiga bulan setelah sembuh, daftarkan diri untuk vaksinasi dan pertahankan komunikasi dengan dokter atau melalui telemedicine,” kata Reisa.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
WHO: Vaksinasi Anak-anak "Bukan Prioritas Tinggi" Saat Pasokan Global Terbatas

Current Issues
Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan Setelah Omicron

Current Issues
Kapan Kita Butuh Booster Vaksin Covid-19?