Lifestyle

Diet Populer Ini Ternyata Buruk Bagi Kesehatan, Ada yang Pernah Ikutan?

Dwiwa

Posted on August 26th 2021

Tren gaya hidup sehat telah berkembang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai jenis diet yang diklaim sehat pun bermunculan, salah satunya adalah diet keto. Tetapi sebuah studi baru mengungkap sebuah temuan yang mengkhawatirkan terkait efek diet ini pada jangka panjang.

Dilansir dari Eat This, Not That!, studi yang telah dipublikasikan di Frontiers of Nutrition ini ditulis oleh Lee Crosby, RD, seorang manajer program pendidikan nutrisi di Physicians Comitte for Responsible Medicine, bersama rekan-rekannya.

Seperti diketahui, diet keto sangat membatasi asupan karbohidrat dan lebih menekankan konsumsi lemak berkualitas tinggi dan protein moderat. Beberapa model diet ketogenik juga membatasi jam-jam di mana seseorang dapat makan untuk membuat tubuh dalam keadaan “ketosis”.

Penulis mendefinisikan ketosis sebagai produksi keton tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif untuk neuron dan sel lain yang tidak dapat secara langsung memetabolisme asam lemak.

Sama seperti tim dari institusi seperti Universitas New York dan Universitas Pennsylvania, Crosby melakukan apa yang disebut “tinjauan paling komprehensif” dari beberapa penelitian yang semuanya meneliti efek kesehatan umum dari diet keto, selain penurunan berat badan.

Studi terbaru itu menemukan beberapa hal. Temuan pertama adalah diet keto secara ilmiah terbukti hanya membantu satu hal. Meski sejumlah pendukung keto mengklaim bahwa diet dapat memangkas risiko penyakit seperti kanker, alzheimer, dan penyakit jantung, Crosby dan timnya menemukan jika keto hanyalah pendukung yang baik sebagai bagian dari perawatan komprehensif untuk epilepsi.

Sebaliknya, ulasan mereka justru menyimpulkan bahwa diet keto meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit alzheimer. Lebih lanjut, mereka menemukan keto meningkatkan kolesterol jahat pada banyak pasien.

Selain itu juga dapat mempercepat gagal ginjal pada individu dengan penyakit ginjal dan dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terjadinya cacat tabung saraf  pada bayi baru lahir karena sang ibu diet rendah karbohidrat.

“Diet keto khusus adalah bencana yang mempromosikan penyakit. Memperbanyak daging merah, daging olahan, dan lemak jenuh adalah resep untuk kesehatan yang buruk,” Crosby menyimpulkan.

Dia menambahkan jika diet keto dapat meningkatkan risiko penyakit kronis secara keseluruhan. Ini juga tidak lebih efektif dibanding dengan diet penurunan berat badan lainnya.

Lalu bagaimana carasehat menurunkan berat badan? Peneliti menyarankan untuk melakukan pendekatan yang lebih sehat dengan memperhatikan konsumsi kalori dan menggabungkannya dengan apa yang mereka sebut sebagai “makanan pelindung”. Ini termasuk sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.(*)

Related Articles
Lifestyle
Pengen Jaga Body? Hindari 5 Jenis Diet Ini Yaaaa

Lifestyle
Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh

Lifestyle
Tidak Ingin Mengalami Penuaan Dini? Hindari Terlalu Banyak Mengonsumsi Bahan Ini