Current Issues

Varian Delta Masih Menyebar, Amankah Orang yang Sudah Divaksin Bepergian?

Dwiwa

Posted on August 23rd 2021

Jumlah orang yang divaksinasi Covid-19 terus bertambah setiap hari. Tetapi kasus harian baru angkanya juga terus meningkat. Apalagi dengan kemunculan varian Delta yang lebih menular dan kini mendominasi dunia.

Para ahli terus mengatakan jika vaksin Covid-19 dapat melindungi kita dari sakit parah, rawat inap, dan kematian akibat virus corona. Meski begitu, kehadiran varian Delta membuat kita harus lebih waspada meski sudah divaksin sekalipun.

Di Indonesia sendiri, per 16 Agustus ada 962 kasus varian Delta yang sudah terdeteksi. Varian ini pun sudah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Lalu apa yang harus dilakukan agar bisa beraktivitas aman? Dilansir dari Healthline, berikut beberapa rekomendasi ahli terkait bagaimana cara beraktivitas aman di tengah varian virus corona baru yang mulai menyebar di Indonesia. 

Ketahui toleransi risiko diri

Sebelum memutuskan aktivitas apa saja yang aman dilakukan, ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yakni faktor risiko personal dan kasus di wilayah tempat kalian tinggal. Pasalnya, tidak ada vaksin yang 100 persen efektif dan individu tertentu mungkin tetap bisa mengalami sakit serius akibat Covid-19 meski sudah divaksin.

Dr Amesh Adalja, ahli penyakit menular dan sarjana senior di John Hopkins University for Health Security mengatakan jika individu yang berisiko tinggi, seperti yang menerima transplantasi organ, perlu melakukan tindakan pencegahan lebih ketat di area dengan tingkat vaksinasi rendah dan penyebaran komunitas tinggi dibanding orang sehat lain. “Selain itu, aku masih belum berubah pikiran soal tindakan apa saja yang harus dilakukan,” ujar Adalja.

 

Vaksin kurangi risiko sakit serius

Dr F. Perry Wilson, dokter di Yale Medicine dan peneliti di Yale School of Medicine mengatakan bahwa orang yang divaksin bisa merasa lebih aman menjalani hidup saat ini. Sebab, ini mengurangi risiko keparahan dan kematian. Orang tidak perlu paranoid tetapi tetap harus waspada.

Jika khawatir akan tertular infeksi, masker berkualitas tinggi yang pas di wajah akan meningkatkan perlindungan. Selain itu, jika kalian sering melakukan kontak dengan orang yang rentan, lakukan langkah pencegahan lebih ketat agar tidak menularkan virus ke mereka.

 

Hal yang harus dipertimbangkan saat melakukan aktivitas

Para ahli terus menekankan jika setiap aktivitas harus mempertimbangkan toleransi risiko pribadi dan transmisi lokal. Orang yang sudah divaksinasi penuh pun tetap harus melakukan tindakan pencegahan agar tetap aman.

Misalnya untuk makan di dalam ruangan restoran, Adalja mengatakan jika orang sehat yang sudah divaksin aman untuk melakukannya. Apalagi jika kalian merasa memiliki risiko rendah dan tidak memiliki penyakit penyerta.

Tetapi jika kalian memiliki risiko lebih tinggi atau secara intens berhubungan dengan orang yang memiliki gangguan kekebalan, makan di ruangan restoran mungkin bisa dipertimbangakan kembali.

Kemudian untuk pertemuan kecil di dalam ruangan yang semua orang sudah divaksin juga aman. Tetapi, kalian juga perlu melakukan skrining dan memintas siapa pun yang memilikigejala – pilek atau sakit tenggorokan – untuk duduk di luar.

Sedangkan untuk konser atau acara dalam ruangan, para ahli tampaknya tidak sepenuhnya merasa nyaman untuk hadir. Risiko paparannya tinggi. Tetapi dengan perlindungan vaksin, kalian masih cukup aman untuk hadir.

Wilson pun merekomendasikan untuk memakai masker yang pas saat menghadirinya. Tetapi jika kalian memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko, sebaiknya tidak usah hadir. Konser atau acara luar ruangan cenderung lebih aman.

Nah, bagi yang mau terbang atau bepergian dan sudah divaksin, mungkin bisa sedikit lega. Aliran udara dan ventilasi di pesawat sangat bagus dan belum banyak laporan penularan yang terdokumentasi di pesawat. Masker masih diperlukan di pesawat dan Wilson merekomendasikan KN95 atau N95.

Lalu bagaimana dengan bioskop? Menurut Adalja, ini buka masalah bagi orang sehat yang sudah divaksinasi. “Semua kegiatan ini berhubungan dengan toleransi risiko pribadi seseorang.

Para ahli penyakit menular juga sepakat jika umumnya orang sehat yang divaksinasi terlindungi dengan baik dari kasus Covid-19 yang parah. Namun jika memiliki risko komplikasi yang lebih tinggi, tindakan pencegahan ekstra perlu diambil.(*)

Related Articles
Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Current Issues
Hindari Tempat-Tempat Ini Jika Belum Vaksin

Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta