Current Issues

Printer 3D Hasilkan Rumah Siap Huni

Nizar Fahmi

Posted on September 19th 2018

Ingin tumbuh sebagai generasi milenial yang mandiri pasti selalu menjadi impian setiap orang, (mungkin) kamu salah satunya. Nggak menutup kemungkinan, kamu rela bakal melakukan berbagai macam hal positif untuk membanggakan orang tua, membangun rumah sendiri misalnya. Akhirnya proses ‘menabung pundi-pundi’ pun dimulai, yang akan berlangsung selama bertahun-tahun untuk setoran awal rumah yang harganya semakin melangit.

Inilah yang akhirnya melatarbelakangi suatu perusahaan start-up asal Amerika yang bernama ICON menciptakan suatu inovasi untuk mengatasi tingginya harga tempat hunian yang layak tinggal. Karena menurut data dari World Resources Institute ada sekitar 1,2 miliar orang di dunia yang hidup dengan tempat hunian yang tidak layak. Parahnya lagi, pada tahun 2015 lalu 40% dari total 25 juta orang di Indonesia diakui tidak mampu membeli rumah, angka ini sudah pasti meningkat seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun gengs.

Inovasi yang dimiliki ICON pun datang dari alat printer yang mampu mencetak sesuatu dengan bentuk 3D. Mesin ini bekerja layaknya mesin printer biasa yang juga dapat mengolah semen dan bebatuan sebagai bahan dasar pembuatan rumah.

“IYA CUY, RUMAH!”

Sebenarnya printer 3D ini sudah dijumpai pada tahun 2014 lalu. Namun ide untuk membangun rumah melalui printer 3D ini baru dilaksanakan sejak tahun 2016 silam di daerah El Salvador, Amerika Tengah.

Dengan berjalannya waktu, ICON bekerja sama dengan New Story! yang merupakan sebuah organisasi yang berusaha menyelesaikan masalah tunawisma di dunia. Keduanya mematangkan ide ini dengan menunjukkan rumah hasil buatan printer 3D nya pada suatu festival yang menjadi tempat kumpulnya para pelaku industri teknologi, hiburan, dan kreatif dari seluruh dunia, yaitu SXSW atau Festival South by South West yang diselenggarakan di Austin beberapa waktu lalu.

Ide pembangunan rumah dengan menggunakan printer 3D ini memakan biaya yang nggak mahal-mahal banget kok. Awalnya ICON dapat membuat sebuah rumah dengan biaya USD 10.000 atau setara dengan Rp. 137 juta. Namun mereka berencana untuk menekan harga per-rumahnya agar menjadi USD 4.000 yang setara dengan Rp. 55 juta. Hasil rumah yang dibangun nantinya telah dilengkapi dengan ruang keluarga, ruang tidur, ruang mandi, dan sebuah teras. Masing-masing jumlah ruangan dapat disesuaikan dengan luas tanah. Biasanya, ICON membangun suatu rumah di atas tanah seluas 800 kaki kuadrat, dimana luas ini lebih besar dari luas program rumah kecil di Amerika yang hanya berada di angka 400 kaki kuadrat.

Walaupun mesin printer 3D ini dapat menciptakan rumah, bukan berarti rumahnya akan langsung siap huni tanpa ada campur tangan kita ya. Teknologi yang canggih ini tetap bekerja dengan membutuhkan sedikit campur tangan manusia. Misalnya di bagian poles-mempoles cat dinding, atau meletakkan atap rumah (kalau mau). Nah bagian kerangka atau pun adukan semen bisa kita serahkan kepada mesin printer 3D ini. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, satu rumah sudah bisa berdiri. Sedangkan cara pengerjaan konvensional aja biasanya membutuhkan waktu selama 15 hari.

Tapi aman nggak tuh? Tenang aja cuy, rumah ini bisa awet sampai 175 tahun. Bahkan telah dicap oleh mereka sebagai rumah yang masih dapat bertahan dari bencana alam. Itulah sebabnya ICON dan New Story! ingin proyeknya ini digunakan oleh negara-negara berkembang yang membutuhkan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan tentu jauh dari kata mahal.

Coba cek video pengerjaan rumah layak huni hasil printer 3D di bawah ini. We sure that you will feel amaze and really want to have it one.

Gimana? Tertarik nggak? Rumahnya juga ramah lingkungan cuy. Eco-Green will be always nowadays people priority. Kalau kamu merasa tipe rumah ini bakal jadi rumah masa depan kamu bareng doi, kontak aja langsung ke website resmi New Story! di newstorycharity.org. Ingat ya, kontak websitenya dulu, baru kontak orang tua si-dia. Jangan sampai kebalik! Biar ada modal gengsi dululah, cihuuuuuy~ (nzr)

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Harimau Kebun Binatang Bronx Positif Covid-19, Ternyata Begini Cara Ngetesnya...

Current Issues
On This Date: 11 April 1976 Komputer 'Apple-1' Dirilis, Dibuat dari Uang Jual VW