Current Issues

Amerika Berikan Booster Vaksin Covid-19 Mulai September

Dwiwa

Posted on August 19th 2021

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan jika pemberian booster atau penguat untuk vaksin Covid-19 saat ini masih belum diperlukan. Tetapi bagi Amerika Serikat, tampaknya booster dianggap perlu dilakukan untuk melindungi warganya dari varian Delta.

Dilansir dari Reuters, pejabat AS akan memberikan suntikan penguat kepada warga Amerika yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 dari Moderna dan Pfizer-BioNTech delapan bulan sebelumnya. Suntikan penguat ini rencananya akan diberikan mulai 20 September 2021.

“Ini cara terbaik untuk melindungi kita dari varian baru yang mungkin timbul,” ujar Presiden AS Joe Biden. “Itu akan membuatmu lebih aman untuk  jangka waktu lebih lama. Ini akan membantu mengakhiri pandemi lebih cepat.”

Biden menambahkan jika pemerintah AS berharap dapat memberikan 100 juta suntikan penguat secara gratis di sekitar 80 ribu lokasi di seluruh negara. Untuk saat ini, booster akan diberikan pada warga AS yang mendapat dua dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah juga mengantisipasi jika individu yang mendapat suntikan vaksin Johnson & Johnson juga akan membutuhkannya.

Menurut para pejabat, suntikan penguat pada awalnya akan diberikan pada pekerja kesehatan, penghuni panti jompo dan orang tua, di antara kelompok yang telah divaksinasi pada akhir 2020 dan awal 2021.

Sejumlah bukti baru-baru ini bermunculan bahwa perlindungan dari vaksin Covid-19 berkurang setelah enam bulan atau lebih, terutama pada orang tua yang memiliki penyakit penyerta.

Hasil temuan itu yang dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk pemberian booster. Meski begitu, mereka menekankan jika pemberian vaksin utama telah membuktikan kefektifannya dalam mengurangi risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian.

Amerika sebelumnya juga sudah mengizinkan pemberian dosis ketiga vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kebijakan baru pemerintah AS soal pemberian booster ini menentang panduan dari WHO yang dengan tegas mengatakan jika dosis penguat vaksin Covid-19 masih belum diperlukan saat ini. Badan tersebut juga menekankan jika dosis vaksin seharusnya lebih dahulu difokuskan untuk negara yang belum mendapatkan cukup vaksinasi daripada untuk booster.

Amerika bukan satu-satunya negara yang memutuskan untuk memberikan booster kepada warganya. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah negara juga sudah memutuskan untuk memberikan suntikan penguat pada orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan sistem kekebalan lemah. Itu termasuk Israel, Jerman, dan Prancis. Indonesia juga telah memberikan suntikan booster pada petugas kesehatan sejak Juli lalu.

Penelitian terbaru yang dilakukan di New York dan dikutip oleh Rochelle Walensky, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menemukan bahwa efektivitas vaksin Covid-19  turun dari sekitar 92 persen pada Mei menjadi sekitar 80 persen baru-baru ini.

Walensky menambahkan, vaksin umumnya kurang efektif melawan varian Delta yang saat ini dominan di Amerika Serikat. Sebuah studi di panti jompo di AS menunjukkan tingkat efektivitas vaksin 53 persen terhadap varian Delta.(*)

Related Articles
Current Issues
Kapan Kita Butuh Booster Vaksin Covid-19?

Current Issues
Varian Delta Picu Lonjakan Kasus, Perlukah Booster Vaksin Covid-19?

Current Issues
Studi: Kemanjuran Pfizer dan AstraZeneca Melemah Hadapi Varian Delta