Current Issues

Good News, Hasil Uji Praklinik Pertama Vaksin Covid-19 Unair Menjanjikan

Dwiwa

Posted on August 19th 2021

 

Keinginan Indonesia untuk bisa menghasilkan vaksin Covid-19 sendiri tampaknya semakin nyata. Pasalnya, salah satu kandidat vaksin Merah Putih, yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga (Unair), menunjukkan hasil yang menjanjikan saat menjalani uji praklinik pertama vaksin Covid-19.

“Hasil uji praklinik pertama hasilnya baik dari segi imunegenetik, trombosis vena serebral (CVT) juga baik, termasuk juga toksisitas di dalamnya dan menghasilkan sesuatu yang menjanjikan,” ujar Prof Fedik Abdul R, Ketua Peneliti Vaksin Merah Putih Unair dalam agenda konferensi pers penyerahan sertifikasi pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Biotis Pharmaceutical Indonesia seperti dilansir dari Antara.

Dia melanjutkan jika hasil yang didapat dari pengujian menggunakan tikus transgenik ini menjadi dasar bagi pengembangen fase kedua menggunakan hewan uji makaka atau primata yang saat ini sedang berjalan.

Sejauh ini, beberapa respon imun yang didapat mulai dari fisik sampai fisiologi makaka menunjukkan respon imun seluler, lalu antibodi ini menunjukkan tren yang lebih baik. Fendik mengatakan jika ini menunjukkan dosis yang diberikan berfungsi dan semoga dapat menginduksi antibodi yang lebih baik.

Fendik menjelaskan jika secara umum hasil uji klinik fase pertama memperlihatkan kemampuan memicu antibodi yang tinggi. Unair sendiri sempat mengalami kendala dengan fasilitas bio safety level 3. Tetapi ini dapat diatasi setelah ada pendampingan sarana prasarana laboratorium dari Kementerian Kesehatan.

Vaksin Covid-19 yang berbasis inactivated virus atau virus yang dimatikan ini tengah menjalani fase kedua uji praklinik. Untuk fase ini, perusahaan farmasi swasta PT Biotis Pharmaceutical Indonesia digandeng untuk bekerja sama.

Sebagai informasi, vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan Unair ini menggunakan virus yang dimatikan atau inactivated virus. Selain Unair, masih ada lima lembaga lain di Indonesia yang juga terpilih untuk mengembangkan Vaksin Merah Putih.

Mereka adalah peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan vaksin berplatform subunit protein rekombinan, peneliti Universitas Indonesia dengan vaksin berplatform DNA, mRNA, dan Institute Teknologi Bandung (ITB) berplatform subunit protein rekombinan dan adenovirus vector.

Kemudian ada juga peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman berplatform subunit protein rekombinan serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengembangkan vaksin berplatform rekombinan. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
BPOM: Perlu Uji Klinis Tambahan Jika Vaksin Merah Putih Akan Dijadikan Booster

Current Issues
Pasokan Vaksin Dunia Terbatas, Negara-Negara Ini Pilih Bikin Vaksin Sendiri

Current Issues
Yuk Kenali Enam Vaksin Covid-19 yang Bakal Digunakan di Indonesia