Tech

Langgar Aturan Transfer Data, Tiongkok Tegur 43 Aplikasi Termasuk WeChat

Jingga Irawan

Posted on August 19th 2021

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok mengatakan pada Rabu (18/8), bahwa 43 aplikasi, termasuk WeChat milik Tencent Holdings Ltd, ditemukan telah mentransfer data pengguna secara ilegal. MIIT kemudian memerintahkan semua perusahaan induk aplikasi-aplikasi tersebut untuk memperbaiki kesalahan itu. 

Menurut Reuters, langkah ini dilakukan ketika otoritas Tiongkok memperketat pengawasan peraturan di berbagai industri, dengan penekanan khusus pada privasi dan data. Terutama yang disimpan oleh perusahaan teknologi.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan secara online, lembaga pemerintah terkait mengatakan bahwa 43 aplikasi tersebut telah secara ilegal mentransfer daftar kontak dan data lokasi pengguna, juga mengganggu pengguna dengan jendela pop-up.

Daftar tersebut juga termasuk aplikasi e-reading yang dimiliki oleh Alibaba Group Holding Ltd, serta aplikasi lain yang dikelola oleh jaringan perjalanan Trip.com, serta streamer video iQiyi.

MIIT menyatakan pihaknya bakal memberikan batas waktu hingga 25 Agustus untuk melakukan perbaikan, atau mereka akan dihukum sesuai dengan peraturan yang relevan.

Alibaba iQiyi dan Tencent belum menanggapi pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga administrasi terkait. Sementara Trip.com menolak untuk mengomentari keputusan tersebut.

Teguran tersebut datang dalam masa satu tahun pengawasan peraturan yang sedang berlangsung terhadap perusahaan teknologi oleh Pemerintah Tiongkok.

Awal pekan ini, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar Tiongkok menerbitkan seperangkat rancangan aturan yang bertujuan untuk meningkatkan persaingan secara adil, melarang praktik seperti ulasan palsu dan metrik publik yang meningkat.(*) 

Foto: Unplash

Related Articles
Tech
Fitur Youth Mode di WeChat Langgar Perlindungan Anak, Tiongkok Gugat Tencent

Tech
Tiongkok Batasi Anak di Bawah Umur Main Game Online, Maksimal Tiga Jam Seminggu

Tech
Tencent Optimistis Tiongkok Bakal Mendukung Metaverse