Current Issues

Klaim Jumlah Medali Hong Kong dan Taiwan, Tiongkok Juara Olimpiade Tokyo 2020

Jingga Irawan

Posted on August 15th 2021

 
Credit: Fox News

Tim Amerika Serikat telah mendominasi Olimpiade Tokyo 2020 dengan memenangkan jumlah perolehan medali emas dan perhitungan medali secara keseluruhan. Namun kemenangan tersebut tampaknya tak berlaku bagi warga Tiongkok. Dilansir dari Fox News pada Minggu (15/8), media di Tiongkok telah mengubah angka perolehan medali untuk menegaskan dirinya sebagai pemimpin medali emas.

Sebuah gambar dari platform media sosial Tiongkok, Weibo, dan China Central Television telah beredar di Twitter pada pekan ini, menunjukkan jumlah medali telah diubah. Menurut DailyMail, gambar tersebut mengindikasikan bahwa Tiongkok mengklaim medali milik Hong Kong, Taiwan, dan Makau, sehingga perolehannya melampaui milik AS.

Menurut perhitungan resmi, Tiongkok mendapatkan 38 emas, 32 perak, dan 18 medali perunggu (88 keseluruhan). Setelah mengklaim medali Hong kong dan Taiwan, perolehan medali Tiongkok masing-masing menjadi 41, 37, dan 27, dengan jumlah keseluruhan 106 medali.

Sebagai perbandingan, AS memperoleh 39 emas, 41 perak, dan 33 perunggu, dengan jumlah medali keseluruhan 113. Sehingga, perhitungan medali resmi Komite Olimpiade Internasional menempatkan Amerika Serikat di tempat pertama dan Tiongkok di tempat kedua secara keseluruhan.

Berdasarkan laporan The Taiwan News, beberapa grafik bahkan menunjukkan Tiongkok memimpin dengan 42 medali emas, memasukkan jumlah medali Makau.

Saat ini, Partai Komunis Tiongkok mengklaim wilayah Taiwan merupakan bagian dari Tiongkok. Klaim kepemilikan wilayah tersebut telah memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara, di bawah aturan Komite Olimpiade Internasional (IOC) Taiwan dan Hong Kong, yang disebut sebagai China Taipei, bersaing secara independen sebagai Komite Olimpiade Nasional (NOC), sebagaimana laporan Fox News.

Tindakan klaim medali ini dinilai sebagai respons atas taktik publikasi media di AS. Selama Olimpiade berlangsung, banyak media AS, termasuk NBC dan New York Times, memakai pemeringkatan sendiri. Beberapa bahkan melakukan pemeringkatan terhadap perolehan medali secara keseluruhan, bukan jumlah medali emas.

Namun, banyak netizen di media sosial dan komentator di berbagai outlet berita menganggap bahwa gambar tersebut hanya sindiran, yang memiliki penegasan lain. Mereka menilai Tiongkok hanya ingin memperingatkan pada dunia bahwa wilayah Hong Kong, Taiwan dan Makau adalah bagian yang tak terpisahkan dari Tiongkok, jadi persoalan tersebut bukan pada jumlah medali emasnya. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Rencana ByteDance untuk Go Public Terancam Gagal Karena Ketegangan AS-Tiongkok

Current Issues
Elon Musk Tiba-Tiba Puji Produsen EV Tiongkok, Ada Apa Nih?

Current Issues
Pandemi Covid-19 Turunkan Jumlah Mahasiswa Tiongkok di AS, Inggris dan Australia