Current Issues

Jangan Sembarangan Cetak Sertifikat Vaksin, Ini Bahayanya...

Dwiwa

Posted on August 15th 2021

(Ilustrasi - sertifikat vaksinasi - Bisnis/sae)

Bukti vaksinasi alias sertifikat vaksin telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu syarat untuk bisa beraktivitas di sejumlah tempat publik, semisal mal atau saat akan bepergian ke luar wilayah. Ketentuan ini pun membuat sebagian orang memilih untuk mencetak sertifikat vaksin karena dianggap lebih praktis.

Jasa percetakan sertifikat vaksin Covid-19 pun semakin marak. Tetapi di balik kepraktisan yang ditawarkan, ternyata tersimpan bahaya yang mengintai loh. Terutama jika kalian mencetak sertifikat vaksin itu di sembarang tempat.

Pasalnya nih, di dalam sertifikat vaksin itu terdapat sejumlah data pribadi yang apabila jatuh ke tangan orang yang salah bisa merugikan kita. Beberapa di antaranya adalah nama lengkap, tanggal lahir, dan nomor induk kependudukan (NIK). Padahal ketika menggunakan jasa pencetakan, kalian akan diminta untuk mengirimkan tautan untuk membuka sertifikat vaksin Covid-19.

Dari tautan ini lah data-data pribadi berpotensi disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja untuk pemalsuan identitas yang digunakan untuk sejumlah kejahatan, seperti penipuan pinjaman online, pembukaan rekening bank untuk penipuan, hingga kejahatan siber lain..

Adanya potensi bahaya ini membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan penertiban pada perdagangan jasa cetak sertifikat vaksin Covid-19 di marketplace. Penertiban ini dilakukan bersama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono dalam keterangan tertulis mengungkap jika sudah ada 137 kata kunci (keywords) dan 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin yang sudah dblokir pemerintah.

Selain itu kegiatan pencetakan kartu vaksin berpotensi melanggar hak konsumen yang tercantum pada Pasal 4 huruf a, Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang mengatur mengenai hak konsumen atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa.

Mengingat pentingnya kerahasiaan data pribadi ini, tentu kita tidak boleh sembarangan memberikan tautan untuk mengunduh sertifikat vaksin ke pihak ketiga. Apalagi, Kementerian Kesehatan juga tidak mengatur tentang boleh tidaknya sertifikat vaksin Covid-19 untuk dicetak.

Lagi pula, tanpa dicetak pun sertifikat vaksin ini tetap bisa digunakan. Kalian bisa mengunduhnya di situs pedulilindungi.id dan menyimpannya di dalam ponsel. Jika diperlukan, kalian tinggal membuka data tersebut menunjukkannya ke petugas.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Baru Kembali dari luar Negeri? Ini Syarat Terbaru Masuk Indonesia

Current Issues
Berencana ke Luar Negeri? Begini Cara Aktifkan Sertifikat Vaksin Internasional

Current Issues
Hore, Aplikasi PeduliLindungi Bisa Dipakai di Uni Eropa