Lifestyle

6 Langkah Menghadapi Tekanan Akademis biar Tetap Bisa Tampil Maksimal

Kezia Kevina Harmoko

Posted on August 15th 2021


(Ilustrasi: upklyak/Freepik)

Buat kalian yang memasuki jenjang baru pendidikan atau menyentuh tahun akhir, pasti lagi merasakan cukup banyak tekanan akademis. Entah tekanan harus mempertahankan nilai bagus, harus lulus tepat waktu, dan banyak lagi.

Nah, buat kalian yang sedang stres, khawatir, gugup, atau takut, itu wajar kok. Nih, simak beberapa tips menghadapi tekanan akademis yang bisa kalian coba, seperti yang dilansir dari Psychology Today.

Bedakan respons stres yang dirasakan

Manusia punya beberapa respons stres, jadi nggak semua stres itu sama. Menurut psikolog Dr. Kelly McGonigal, ada empat jenis stres yang punya dampak yang berbeda-beda untuk kita.

Yang pertama adalah threat response, stres yang kita alami ketika melihat ada ancaman nyata seperti dikejar harimau. Terlalu sering mengalami stres ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Lalu ada challenge response, stres yang kita alami ketika merasa antusias terhadap tantangan baru. Kita percaya diri bisa melakukannya.

Yang ketiga ada growth stress, respons yang muncul ketika kita dihadapkan dengan situasi yang menuntut kita untuk upgrade diri dan belajar. Terakhir ada tend and befriend, stres yang muncul dari hubungan sosial dengan orang lain.

Ketika kita bisa mengategorikan stres yang kita rasakan, kita akan tahu penyebab stres dan lebih mudah untuk menghadapi dan menerimanya.

Belajar sedikit lebih banyak

Nggak jarang kalau kita diserang kekhawatiran saat ujian atau penampilan tertentu, kita jadi lupa alias nge-blank. Kita bisa mencegah nge-blank ini dengan belajar 25-30% lebih luas dari materi yang dipelajar. Jadi ketika kekhawatiran atau kegugupan menyerang, masih ada yang kita pegang untuk melanjutkan ujian.

Namun, jangan paksakan diri belajar terlalu banyak ya. Ketahui batas diri sendiri dan istirahat dengan cukup. Percuma kalau bisa menghadapi ujian dengan baik terus setelah itu kena sakit tifus.

Belajar bernafas pelan

Ketika kita bernafas dengan perlahan, detak jantung akan ikut memelan. Kita tahu tanda-tanda deg-degan atau nervous itu detak jantung jadi cepat, jadi langkah ini bisa dilakukan untuk meredakan gugup. Ini penting karena semakin cepat detak jantung, semakin kita nggak fokus dan gak bisa berpikir jernih.

Bikin checkpoint untuk berpikir

Kadang kalau kita lagi presentasi, mungkin ada momen kita berbicara terlalu cepat karena gugup. Buat menghindari ini terjadi, jadwalkan checkpoint singkat untuk memikirkan penampilan kita. Bisa dengan bertanya, “Ada pertanyaan sejauh ini?” Berhenti sejenak dengan pertanyaan tadi bisa jadi pengingat kita untuk berbicara lebih pelan atau memperbaiki hal lain.

Kalau pas presentasi lalu ada yang bertanya dan kita butuh waktu berpikir, bisa juga ciptakan checkpoint untuk kita berpikir sejenak. Bisa dengan ungkapan,” Itu pertanyaan yang bagus.” Pokoknya buat checkpoint unik agar bisa melewati momen blank yang mungkin terjadi.

Latihan di situasi yang sesuai dengan ujian

Memori kita sangat tergantung pada konteks. Kita akan mengingat sesuatu lebih mudah ketika berada di situasi yang serupa saat mengingat hal tersebut. Kalau kamu akan tampil di hadapan banyak orang, latihan juga di depan banyak orang. Kalau kamu akan ujian di ruangan hening, belajar juga di ruangan sepi.

Jaga pola hidup sehat

Terdengar sepele, tapi kita bisa menghadapi tekanan dengan baik ketika dalam keadaan sehat. Dilansir dari Very Well Mind, kita perlu buat olahraga teratur, makan makanan yang sehat, tidur cukup, dan memenuhi kebutuhan air putih. Semuanya berdampak baik buat tubuh dan tentunya menyiapkan kita buat situasi tersulit!

Nah, itu dia sederet tips menghadapi tekanan akademis. Good luck buat kalian semua! (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Stres dan Gangguan Kecemasan Itu Mirip Tapi Beda, Cek Nih Penjelasannya!

Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Current Issues
10 Cara Mengurangi Stres Gara-gara Coronavirus dari Pakar Kesehatan Mental