Current Issues

Studi: Vaksin Covid-19 Moderna Melindungi dari Varian Delta

Dwiwa

Posted on August 13th 2021

Semakin merebaknya varian Delta membuat banyak orang khawatir jika vaksin yang ada saat ini mungkin tidak bisa melindungi dari Covid-19. Tetapi studi yang dilaporkan Kamis (12/8) mungkin bisa membuat kita sedikit lebih lega. Pasalnya, vaksin Covid-19 Moderna melindungi orang setidaknya selama enam bulan dan mungkin lebih lama.

Dilansir dari CNN, perlindungan yang diberikan oleh vaksin berbasis mRNA ini hampir tidak berkurang saat menghadapi varian Delta. Hal ini diungkap oleh studi yang dipimpin National Institutes of Health. Tim akan terus mencari bukti perlindungan lebih dari enam bulan.

“Antibodi pengikat tingkat tinggi mengenali semua varian yang diuji, termasuk B.1.351 (Beta) dan B.1.617.2 (Delta), dipertahankan pada semua subyek selama periode waktu ini,” jelas ahli immunologi Nicole Doria-Rose dan rekan di NIH National Institute of Allergi and Infectious Disease dalam laporan yang dipublikasikan di jurna Science.

Mereka menguji darah dari 24 sukarelawan yang divaksinasi penuh pada beberapa titik waktu. Mulai dari empat minggu setelah dosis pertama vaksin Moderna, dan kemudian pada tiga titik setelah mereka dianggap divaksinasi penuh dengan dua dosis sampai enam bulan.

Mereka menemukan jika pada puncak respon terhadap dosis kedua vaksin Moderna, semua sampel darah menetralkan semua varian. Beberapa varian yang diuji merupakan yang paling umum atau mengkhawatirkan seperti Alpha, Beta, Gamma, Epsilon, Iota, dan Delta. Varian yang paling mungkin menghindari kekebalan adalah Beta, yang pertama ditemukan di Afrika Selatan.

Enam bulan setelah dosis kedua, lebih dari setengah sampel darah mempertahankan antibodi yang sepenuhnya menetralkan sampel varian Beta. Tetapi pada enam bulan, 96 persen sampel memiliki respon antibodi penuh terhadap varian Delta.

Para peneliti mengingatkan jika antibodi tidak menceritakan keseluruhan cerita. Seiring waktu, orang menumbuhkan sel kekebalan yang disebut sel B dan T yang juga melindungi dari virus.

Studi ini juga menemukan jika individu yang menunjukkan adanya penurunan respon imun dari waktu ke waktu umumnya memiliki ingatan sel B yang mampu memberikan respon anamnestik (peningkatan) pada varian tersebut, atau mungkin dengan penambahan dosis vaksin.

Mereka juga hanya menemukan sedikit bukti bahwa kekebalan menurun dengan cepat pada orang dewasa yang lebih tua. Saat sampel darah dibagi dalam kelompok berdasar usia, mereka menemukan jika pada kelompok tertua tetap mempertahankan aktivitas penetralan terhadap varian enam bulans etelah dosis vaksin kedua.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Varian Lambda Jadi Perbincangan, Apa Saja yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Current Issues
Jangan Ragu Vaksinasi! Vaksin Covid-19 AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta

Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta