Tech

Pabrik Perakitan iPhone, Foxconn Siap Produksi EV di AS dan Thailand pada 2022

Jingga Irawan

Posted on August 13th 2021

Foxconn tampaknya punya pandangan baru terkait ambisi kendaraan listriknya. Mereka ingin mempercepat adopsi EV dan mengimbangi industri smartphone yang sedang melambat.

Nikkei Asia pada Jum’at (13/8) mengabarkan Foxconn berencana membangun pabrik kendaraan listrik (EV) di AS dan Thailand pada 2022 dan mulai memproduksi kendaraan secara massal pada tahun berikutnya. 

"Rencana kami adalah memulai produksi massal di AS dan Thailand masing-masing pada 2023," ungkap Ketua Foxconn Young Liu kepada investor.

"Selain di AS dan Thailand, kami juga sedang dalam pembicaraan, dengan kemungkinan lokasi di Eropa juga sebagai bagian dari strategi jejak EV global kami."

Sebagai pemasok penting komponen elektronik, Foxconn akan memperluas kehadirannya di industri EV dengan memanfaatkan semikonduktor mobil, komponen utama, suku cadang, perangkat lunak terkait sistem mengemudi yang canggih, dan perakitan EV.

Di pabrik AS, Foxconn akan membangun kendaraan untuk klien utama, Fisker. Dan Foxconn berencana untuk mulai membuat EV Fisker pada akhir 2023. Keduanya bersama-sama berinvestasi dalam kendaraan Project Pear dan akan berbagi pendapatan darinya.

Sementara, pabrik Thailand akan menjadi bagian dari usaha patungan Foxconn dengan raksasa minyak dan gas Thailand PTT untuk mengembangkan platform EV dan produksi komponen. Pabrik tersebut juga akan menangani pasar Thailand dan secara bertahap mengekspor ke negara-negara ASEAN. Kapasitas tahunan yang direncanakan di pabrik tersebut mulai 150.000 hingga 200.000 EV.

Foxconn telah mengesampingkan Meksiko sebagai lokasi pilihannya. Foxconn sendiri sedang dalam negosiasi dengan tiga negara bagian di AS untuk membangun pabrik manufaktur EV pertama di Amerika Utara, salah satunya Wisconsin.

Perusahaan yang dikenal sebagai perakit iPhone tersebut juga menyiapkan platform terbuka perangkat lunak dan perangkat keras, yakni MIH EV. Platform tersebut mencakup sasis, arsitektur elektronik, dan dukungan untuk mengemudi otonom. Tujuan platform tersebut adalah mempersingkat waktu pengembangan bagi pembuat mobil, terutama pendatang baru EV dalam proses menghasilkan mobil.(*)

Foto: AFP

Artikel Terkait
Tech
Foxconn Bakal Produksi 50.000 EV di Thailand pada 2023

Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik