Tech

Apple Bantah Fitur Deteksi Pelecehan Anaknya Jadi Alat Pengawasan Pemerintah

Jingga Irawan

Posted on August 10th 2021

Credit: Giuseppe Cacae/AFP/Getty Images via Gizmodo

Meski menghadapi banyak kritik, Apple tetap mempertahankan rencananya untuk meluncurkan alat barunya yang bertujuan mengidentifikasi dan melaporkan materi pelecehan seks anak (atau disebut CSAM) di platformnya.

Pekan lalu, Apple mengumumkan fitur-fitur baru, yang akan diluncurkan akhir tahun ini bersama rilis iOS 15 dan iPadOS 15. Salah satunya menggunakan pemindaian algoritmik untuk mencari dan mengidentifikasi materi pelecehan anak di perangkat pengguna.

Fitur baru tersebut dapat memindai foto di perangkat yang telah dibagikan dengan iCloud untuk mencari tanda-tanda pelecehan, sementara fitur lainnya akan memindai iMessages yang dikirim ke dan dari akun anak dalam upaya menghentikan anak di bawah umur untuk berbagi atau menerima pesan yang menyertakan gambar seksual eksplisit.

Sayangnya, perusahaan tak punya waktu untuk mengumumkan rencananya lebih lengkap pekan lalu karena sudah disambut dengan protes keras dari organisasi kebebasan sipil. Mereka menilai perubahan tersebut memiliki niat baik tetapi memicu pengungkapan privasi pribadi dan mengakibatkan kesempatan oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dari fitur barunya.

Dilansir Gizmodo pada Selasa (10/8), Apple mengeluarkan tanggapan atas banyak kekhawatiran yang telah diperbincangkan. Perusahaan secara khusus membantah bahwa alat pemindaiannya suatu hari nanti dapat digunakan untuk memindai jenis materi lain di smartphone dan komputer, sehingga menjadi alat pengawasan bagi oknum tak bertanggung jawab.

Sebelumnya, para ahli teknologi khawatir bahwa pemerintah —di belahan dunia mana pun— dapat menekan Apple untuk menambah atau mengubah fitur baru, untuk menjadikannya, misalnya, alat penegakan hukum yang menargetkan sasaran tertentu.

“Apple akan menolak tuntutan semacam itu (dari pemerintah). Kemampuan deteksi pelecehan anak Apple dibuat semata-mata untuk mendeteksi gambar pelecehan yang diketahui disimpan di iCloud yang telah diidentifikasi oleh para ahli di NCMEC dan grup keselamatan anak lainnya,” kata Apple.

“Kami telah menghadapi tuntutan untuk menerapkan perubahan yang diamanatkan pemerintah untuk menurunkan privasi pengguna sebelumnya, dan dengan tegas kami menolak tuntutan tersebut. Kami akan terus menolak mereka di masa depan.”

Selama sesi tanya jawab lanjutan dengan wartawan, Apple mengklarifikasi bahwa fitur tersebut hanya diluncurkan di AS, pada saat ini. Padahal, beberapa kekhawatiran telah dikemukakan oleh kritikus bahwa adanya kemungkinan pemerintah asing dapat memanfaatkan fitur baru ini untuk menggunakannya sebagai bentuk pengawasan.

Apple mengatakan pada hari Senin (9/8), bahwa mereka akan dengan hati-hati melakukan evaluasi hukum berdasarkan negara demi negara sebelum merilis fitur tersebut luar negeri, untuk memastikan tak ada kemungkinan penyalahgunaan.

Apple juga menegaskan bahwa pembaruan iMessage tak akan membagikan informasi apa pun pada perusahaan atau penegak hukum. Fitur tersebut hanya bekerja memperingatkan orang tua jika anak mereka telah mengirim atau menerima gambar teks yang oleh algoritme Apple yang dianggap bersifat pelecehan seksual.

"Apple tak pernah mendapatkan akses ke komunikasi sebagai hasil dari fitur ini di iMessage. Fitur ini tak membagikan informasi (pribadi) apa pun pada Apple, NCMEC, atau penegak hukum," kata perusahaan itu. “Fitur ini hanya tersedia untuk akun yang telah diatur dalam mode keluarga di iCloud.”(*)

Related Articles
Tech
Google Izinkan Orang Tua Hapus Foto Anak dari Hasil Penelusuran Gambar

Tech
Dari Snowden Sampai WhatsApp Kritik Rencana Apple Soal Fitur Keamanan Bagi Anak

Tech
WhatsApp Punya Beberapa Fitur Baru, Ada yang Bisa Buat Kirim Pesan Rahasia