Tech

Volkswagen Mulai Bangun Pabrik Baterai EV Tahun Depan

Jingga Irawan

Posted on August 9th 2021

Credit: DW

Kini banyak pembuat mobil dunia berlomba mengembangkan baterai sendiri demi mewujudkan kendaraan listrik (EV). Tak hanya itu, mereka juga berusaha menerapkan strategi yang sama seperti Tesla, hingga menjadi pemain terbesar di pasar. Hal ini juga yang sedang dilakukan Volkswagen AG.

Dilansir dari The Wall Street Journal, Senin (9/8) analis memperkirakan bahwa raksasa perusahaan mobil asal Jerman tersebut akan menjadi pembuat EV terbesar segera tahun depan. Namun ketika VW akan terjun penuh ke produksi kendaraan listrik, mereka butuh pasokan baterai yang mumpuni dan hemat biaya. Dan ini adalah tantangan terumit bagi kebanyakan pembuat EV saat ini.

VW sendiri meluncurkan rencana produksi baterai pertamanya pada 2019. Analis industri mengatakan perusahaan sudah melangkah lebih jauh daripada kebanyakan produsen otomotif lain dalam mengembangkan kapasitas baterai internal. Tapi tak dipungkiri bahwa mereka juga meremehkan skala dan kompleksitas bisnisnya, menurut eksekutif perusahaan.

VW juga berjuang untuk menemukan insinyur dan manajer yang memenuhi syarat di bidang pembuatan baterai. Perusahaan juga masih berjuang menurunkan biaya baterainya ke tingkat yang berkelanjutan, dan teknologi yang dikembangkan untuk baterai masa depan masih belum terbukti.

Baterai VW saat ini masih dipasok perusahaan lain. Tapi perusahaan berencana mulai membangun pabrik baterai pertamanya di Jerman tahun depan. Menurut VW, pabrik-pabriknya diharapkan mulai beroperasi antara tahun ini hingga 2030. Termasuk empat di Eropa, di AS dan Tiongkok.

Dalam jangka panjang, VW berinvestasi dalam teknologi eksperimental yang diyakini dapat menghasilkan baterai yang lebih murah, tahan lama, dan lebih stabil.

Perusahaan juga telah bertaruh secara maksimal untuk EV. VW menghabiskan hampir USD 30 miliar untuk mengembangkan teknologi baru, termasuk kendaraan listrik, antara 2018 dan 2020, lebih banyak daripada pembuat mobil lawas lainnya. Dikatakan akan menghabiskan lebih dari USD 41 miliar untuk mengembangkan kendaraan listrik dari 2021 hingga 2025. Angka tersebut juga belum termasuk biaya pabrik baterai.

Chief Executive Officer Bisnis Komponen VW Thomas Schmall dan anggota dewan yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan, mengatakan kebutuhan untuk melakukan pembuatan baterai sendiri didorong oleh fakta sederhana bahwa: Baterai adalah 50 persen bagian dari nilai mobil listrik.

Menurut pejabat VW upaya pengembangan baterai VW dimodelkan setelah Tesla. Perintis EV asal AS pimpinan Elon Musk tersebut membuat banyak komponennya di pabrik terintegrasi yang mencakup bengkel perakitan, cat dan bodi, serta produksi baterai di lokasi yang dioperasikan dalam kemitraan dengan produsen sel.

Meniru produksi semacam itu bukan lah hal mudah. Salah satu kendala paling awal yang dihadapi VW adalah kesulitan mempekerjakan insinyur yang memenuhi syarat di bidang yang hanya sedikit diketahuinya.(*)

Related Articles
Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Tech
Volvo, Daimler dan Traton Bangun 1,700 Jaringan Pengisian Truk Listrik di Eropa