Current Issues

Studi: Suntikan Vaksin Covid-19 untuk Penyintas Hasilkan Kekebalan Tinggi

Dwiwa

Posted on August 8th 2021

Orang-orang yang sudah pulih dari Covid-19 kemungkinan besar sudah memiliki kekebalan alami terhadap virus SARS-Cov-2. Meski begitu, suntikan vaksin Covid-19 masih sangat dianjurkan untuk didapat oleh para penyintas ini.

Pasalnya, sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan jika penyintas yang tidak divaksin memiliki kemungkinan dua kali lebih berisiko terinfeksi ulang.

Dilansir dari AP, CDC menambah bukti laboratorium yang berkembang bahwa orang yang pernah terpapar Covid-19 sekali dan kemudian divaksin, mendapatkan dorongan dramatis dalam sel kekebalan melawan virus. Bonusnya, mereka juga mendapat perlindungan lebih luas terhadap varian baru.

"Jika kalian pernah terkena Covid-19 sebelumnya, harap tetap divaksinasi. Mendapatkan vaksin adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar kalian. Terutama karena varian Delta yang lebih menular menyebar ke seluruh negeri,” ujar Direktur CDC Dr Rochelle Walensky.

Para ilmuwan mengatakan, umumnya infeksi membuat penyintas terlindungi dari infeksi ulang yang serius. Setidaknya dengan versi virus serupa. Namun tes darah telah mengisyaratkan jika perlindungan turun terhadap varian baru yang memang mengkhawatirkan. Studi CDC menunjukkan beberapa bukti nyata.

Para peneliti mempelajari penduduk Kentucky dengan infeksi virus corona yang dikonfirmasi laboratorium pada 2020 (sebagian besar antara Oktober dan Desember). Mereka membandingkan 246 orang yang terinfeksi ulang pada Mei atau Juni tahun ini dengan 492 orang yang tetap sehat.

Penyintas yang tidak pernah mendapatkan vaksin memiliki risiko infeksi ulang yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang sudah mendapat vaksinasi penuh. Meskipun sebagian besar mengalami serangan pertama Covid-19 hanya enam hingga sembilan bulan lalu.

“Tidak diragukan lagi bawah memvaksinasi orang yang selamat dari Covid-19 meningkatkan jumlah dan luasnya kekebalan. Jadi kalian tidak hanya terlindungi dari virus aslinya tetapi juga varian,” ujar Dr. Anthony Fauci, pakar imunologi Amerika Serikat, yang juga menjabat sebagai direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases. 

CDC memang merekomendasikan vaksinasi penuh untuk semua orang. Tetapi studi lain yang diterbitkan pada Jumat di JAMA Network Open, para peneliti di Univeristas Rush melaporkan hanya satu dosis vaksin untuk penyintas memberikan dorongan dramatis pada sel-sel kekebalan yang melawan virus. Bahkan jumlahnya lebih banyak daripada orang yang tidak pernah terinfeksi yang mendapat dua dosis.

Studi terbaru lainnya yang diterbitkan di Science and Nature menunjukkan kombinasi infeksi sebelumnya dan vaksinasi juga memperluas kekuatan kekebalan manusia terhadap virus yang bermutasi. Inilah yang disebut ahli virologi Shane Crotty dari Institut Imunologi La Jolla California sebagai “kekebalan hibrida”.

“Penyintas yang divaksinasi dapat membuat antibodi yang dapat mengenali semua jenis varian bahkan jika kalian tidak pernah terpapar varian tersebut. Ini cukup baik,” ujar Crotty.

Dan jika kalian berpikir “aku sudah pernah kena Covid-19 jadi tidak perlu vaksin”, lupakan gagasan itu. Pasalnya, jumlah kekebalan alami dapat bervariasai dari orang ke orang, mungkin tergantung pada seberapa sakit kalian pada awalnya.

Studi dari Universitas Rush menemukan empat dari 29 orang yang sebelumnya terinfeksi tidak memiliki antibodi yang terdeteksi sebelum divaksinsai. Vaksin bekerja pada para penyintas sama seperti untuk orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Crotty mengatakan jika dengan adanya super infeksi varian delta, mendapatkan vaksinasi meskipun sudah pernah terpapar Covid-19 menjadi lebih penting dibanding sebelumnya. “Luasnya antibodei dan potensi melawan berbagai varian akan jauh lebih baik dari yang dimiliki saat ini,” ujarnya.(*) 

 
Artikel Terkait
Current Issues
Vaksin Covid-19 di Amerika Serikat Diperkirakan Selamatkan Hampir 280.000 Nyawa

Current Issues
Vaksinasi Gotong Royong Individu dari Kimia Farma Ditunda, Kenapa ya?

Current Issues
AS Hanya Izinkan Penerima Vaksin Covid-19 Jenis Ini Masuk ke Negaranya