Entertainment

Penjelasan Ending ‘The Suicide Squad’ Setelah Melawan Starro the Conqueror

Artikel ini mengandung spoiler 'The Suicide Squad'

Jingga Irawan

Posted on August 8th 2021

Credit: Warner Bros.

Rencana James Gunn untuk membunuh semua anggota Task Force X rupanya benar. Tim yang dipimpin oleh Bloodsport tersebut menghadapi Starro the Conqueror dalam pertempuran habis-habisan, dan tak semua anggota tim berhasil keluar hidup-hidup.

Dibuat ulang oleh Warner Bros, The Suicide Squad menyatukan sekelompok penjahat super baru untuk misi rahasia dengan peluang bertahan hidup yang sangat kecil. Ketika penyerangan Tim 1 ke Corto Maltese membuat sebagian besar Task Force X mati, Rick Flag dan Harley Quinn bergabung dengan Tim 2, termasuk Bloodsport, King Shark, Peacemaker, Polka-Dot Man dan Ratcatcher 2.

Mereka ditugaskan untuk menghancurkan benteng bernama Jotunheim dan menghilangkan semua jejak Project Starfish. Sayangnya, semua tak berjalan sesuai rencana dan cerita yang dibuat tak sesuai dengan kebenaran. Berikut adalah rincian ending The Suicide Squad setelah melawan Starro the Conqueror:

Starro, Sejarah Proyek & Misi Task Force X

Di DC Comics, Starro the Conqueror adalah monster yang berusaha mengambil alih planet dan memperbudak orang di dalamnya. Dalam The Suicide Squad, bintang laut kosmik raksasa tersebut adalah korban sekaligus penjahat. The Conqueror adalah julukan yang diberikan kepada Starro oleh The Thinker, yang dirancang untuk mengejek subjek ujinya karena ditawan dan disiksa selama beberapa dekade.

Pada suatu waktu Starro dengan damai mengambang di luar angkasa ketika ia berpapasan dengan kapal yang penuh dengan astronot Amerika. Mereka membawanya ke kapal tanpa menduga bahwa Starro berbahaya. Dan sebagai mekanisme pertahanan Starro, menelurkan beberapa  bintang laut mini yang mengendalikan sebagian besar kru, dan hanya satu astronot yang melarikan diri.

Starro dibawa kembali ke Bumi pada saat Perang Dingin berakhir, tetapi pemerintah AS tertarik dengan potensinya sebagai senjata super. AS kemudian menugaskan Dr. Gaius Grieves alias The Thinker untuk melakukan eksperimen terhadapnya.

Seperti yang dijelaskan kepada Task Force X ketika mereka mencapai Jotunheim, pemerintah AS tak suka meletakkan Starro di wilayah AS. Sebaliknya, kesepakatan dibuat dengan keluarga Herrera, penguasa Corto Maltese, untuk mengizinkan Grieves meletakkan Starro di dalam Jotunheim dan menggunakan musuh keluarga Herrera sebagai subjek uji dalam eksperimennya yang mengerikan.

Keadaan ini berlanjut selama tiga puluh tahun, sampai Jenderal Silvio Luna memimpin kudeta militer yang berakhir dengan eksekusi publik terhadap keluarga Herrera, sehingga militer Corto Malta menguasai Jotunheim dan segala isinya.

Khawatir bahwa kebenaran tentang Starro akan terungkap, mengingat sikap anti-Amerika pemerintah Corto Maltesian yang baru, Amanda Waller membentuk Task Force X yang bertujuan menghancurkan semua bukti keterlibatan AS dalam Project Starfish.

The Suicide Squad tak menyadari sifat sebenarnya dari misi mereka, kecuali Peacemaker. Waller secara pribadi menugaskan Peacemaker untuk memastikan bahwa semua catatan yang menghubungkan Starro dengan pemerintah AS dihancurkan, sebagai prioritas utamanya.

Saat Bloodsport dan anggota tim lainnya mengetahui saat Starro membebaskan diri dari Jotunheim, Waller tak terlalu peduli dengan monster bintang laut yang dapat membunuh orang. Pada kenyataannya, dia mengakui bahwa menciptakan kerusuhan di negara yang memusuhi AS adalah bonus. Sekali lagi, Waller membuktikan bahwa dia lebih kejam daripada penjahat super mana pun.

Garis Waktu Pasukan The Suicide Squad

Task Force X dibagi menjadi dua tim di awal The Suicide Squad: Tim 1, yang tugasnya pada dasarnya hanya untuk mengalihkan perhatian tentara Corto Maltese. Sementara Tim 2, tugasnya menyelinap ke pulau dan benar-benar menyelesaikan misi menghancurkan Project Starfish.

Anggota Task Force X yang masih hidup berpisah lagi di akhir film, dengan satu kelompok memasang bahan peledak di tingkat yang lebih tinggi dari Jotunheim sementara yang lain turun ke tengah benteng untuk mencapai laboratorium The Thinker.

Setelah prolog berdarah dengan serangan Tim 1 di pantai, film kembali ke masa tiga hari sebelumnya untuk menunjukkan bagaimana Bloodsport direkrut sebagai pemimpin, dan untuk menjelaskan dengan tepat apa yang dilakukan Task Force X di Corto Maltese.

Babak terakhir film kemudian menunjukkan peran Rick Flag, Peacemaker, dan Ratcatcher 2 dalam serangan Jotunheim, sebelum kembali ke waktu untuk menunjukkan apa yang dilakukan Bloodsport, Harley Quinn, King Shark, Polka-Dot Man dan Milton di tingkat atas.

Bloodsport Membebaskan Anggota Suicide Squad yang Tersisa

Meskipun Rick Flag ingin menggunakan hard drive Project Starfish untuk memberi tahu dunia kebenaran tentang peran Amerika dalam membawa Starro ke Bumi, Bloodsport ingin menggunakannya sebagai pengungkit untuk mendapatkan kembali kebebasannya, dan anggota Suicide Squad yang masih hidup.

Setelah mengunggah konten hard drive ke server yang aman, Bloodsport mengecam Amanda Waller soal keterlibatan Pemerintah AS. Waller dengan enggan menerima persyaratannya, tetapi masih mengklaim kemenangan pribadinya karena telah mengubah Bloodsport menjadi pemimpin yang bertentangan dengan keinginannya.

Meskipun Suicide Squad dibebaskan, bukan berarti Bloodsport, Ratcatcher 2, King Shark dan Harley Quinn tak bisa kembali untuk sekuel selanjutnya. Seperti yang dikatakan Amanda Waller dalam film 2016, spesialisasinya adalah membuat orang melakukan hal-hal yang tak ingin mereka lakukan.

Apa yang Terjadi Pada Weasel?

Weasel tampaknya menjadi anggota Task Force X yang paling berumur pendek, berkat tim ruang kendali Amanda Waller yang gagal mengetahui bahwa dia tak bisa berenang.

Karena satu-satunya hubungan antara ruang kontrol dengan anggota Suicide Squad adalah radio tim dan alat peledak di leher mereka, kelemahan Waller adalah tak memiliki cara langsung untuk memantau tanda-tanda vital mereka.

Jadi, ketika Savant menyatakan bahwa Weasel sudah mati setelah menyeretnya dari air, itu hanya tipu muslihat. Mengungkapkan bahwa Weasel tidak benar-benar mati karena tenggelam, sebaliknya, ia sadar kembali setelah pertempuran berakhir dan bergegas ke hutan.

Ini mungkin berita buruk bagi orang-orang Corto Maltese, karena catatan kejahatan Weasel cukul mengerikan, termasuk pembunuhan 27 anak. Bahkan jika Waller mengetahui bahwa Weasel masih hidup, mengembalikan makhluk itu ke Belle Reve mungkin tak akan menjadi prioritas baginya. Untuk saat ini, Weasel memang ditakdirkan untuk menjadi ancaman penduduk Corto Maltese. (*)

Related Articles
Entertainment
Terungkap! Sylvester Stallone Isi Suara King Shark di ‘The Suicide Squad’

Entertainment
Trailer 'The Suicide Squad' Ungkap DC Villain Starro dan Tampilan Task Force X

Entertainment
Mengapa Joker Absen dari 'Birds of Prey'?