Tech

Tesla Tak Diundang ke Acara EV di Gedung Putih, Elon Musk Kecewa

Jingga Irawan

Posted on August 7th 2021

Rasanya tak lengkap bicara soal kendaraan listrik (EV) tanpa menyebutkan Tesla. Tapi bagi Gedung Putih, itu bukan suatu masalah besar.

Dilansir dari Insideevs, Sabtu (7/8), Joe Biden dan para pembuat mobil AS bertemu untuk menetapkan komitmen target penjualan 50 persen mobil listrik dari semua kendaraan penumpang pada 2030. Namun Tesla tak disebutkan sama sekali. Bahkan tak diundang ke acara tersebut.

CEO GM Mary Barra, CEO Ford Jim Farley, dan COO Stellantis Amerika Utara Mark Stewart semuanya hadir dalam penandatanganan perintah eksekutif target penjualan itu. Begitu pula presiden United Auto Workers (Serikat Pekerja Otomotif AS) Ray Curry.

Di halaman Gedung Putih juga terparkir berbagai model kendaraan listrik, mulai dari Chevrolet Bolt EUV, GMC Hummer EV, Ford F-150 Lightning, hingga Jeep Wrangler 4xe. Tapi tak ada Tesla.

Namun para ahli memperkirakan alasan bahwa Tesla tak diundang karena Tesla jelas tak perlu berjanji untuk meningkatkan penjualan kendaraan listriknya menjadi 50 persen pada 2030. Pasalnya, Tesla sendiri sudah 100 persen memproduksi kendaraan listrik pada tahun 2021. Mengingat hal di atas, mengundang Tesla ke Gedung Putih tak perlu dilakukan.

Tetapi mengabaikan Tesla, yang menjadi perusahaan kendaraan listrik terpopuler di dunia, mungkin bukan keputusan terbaik. CEO Tesla Elon Musk bahkan terkejut dirinya tak dilibatkan dalam percakapan tentang kendaraan listrik dan manufaktur AS, karena Tesla unggul dalam keduanya.

"Ya, sepertinya aneh Tesla tak diundang," kata Elon Musk melalui tweet-nya. Beberapa netizen akhirnya berspekulasi di dunia maya bahwa Tesla tak diundang karena produksinya tak berserikat. Dan, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengisyaratkan kemungkinan itu.

"Saya akan membiarkan kalian menarik kesimpulan sendiri," jawab Jen Psaki ketika ditanya selama konferensi pers apakah Tesla dikeluarkan dari acara tersebut karena karyawannya bukan bagian dari serikat pekerja otomotif.

Hal ini tampaknya berasal dari buntut masalah Tesla yang memecat penyelenggara serikat pekerja, dan berkicau di Twitter tentang komentar anti-serikat pekerja, hingga berujung gugatan oleh kelompok buruh United Auto Workers.

Lain halnya dengan Jen Psaki, acara Squawk Box CNBC bertanya kepada Sekretaris Transportasi Pete Buttigieg tentang ketidakhadiran Tesla dari acara tersebut dan jawabannya terlalu dipaksakan.

“Saya tak yakin, tetapi yang saya tahu adalah kalian melihat begitu banyak pemimpin di industri. Kamu memiliki perusahaan yang lebih baru dan Anda memiliki perusahaan lama yang sama-sama mengatakan bahwa kita harus bergerak ke arah ini.”

Elon Musk dengan lucu membalas posting-an Squawk Box dengan meme yang berbunyi, “Saya tak mengatakan itu sabotase. Tapi itu sabotase.” (*)

Foto: Jim Watson/AFP

Artikel Terkait
Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
Beralih ke Listrik, Mulai 2035 VW Setop Jual Mobil Berbahan Bakar Fosil di Eropa

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik