Current Issues

Masihkah Takut Divaksin Jika Seandainya Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil?

Dwiwa

Posted on August 4th 2021

Bayangkan di masa datang, vaksin Covid-19 hadir dalam bentuk pil. Tidak ada jarum suntik dan tidak diperlukan petugas medis untuk memberikannya. Bahkan mungkin, kalian bisa mendapatkannya melalui pengiriman ke rumah.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah perusahaan farmasi Israel Oramed sedang berusaha mewujudkannya. Menurut keterangan CEO perusahaan Nadav Kidron kepada AFP, mereka juga telah siap untuk untuk memulai uji klinis pertama pada awal Agustus.

Kidron mengatakan jika vaksin oral sangat menarik bagi negara berkembang karena ini bisa mengurangi beban logistik kampanye imunisasi. Selain itu juga bisa mengurangi penggunaan jarum suntik dan sampah plastik, serta kemungkinan efek samping yang lebih sedikit.

Sementara di negara berkembang, jenis vaksin ini bisa meningkatkan cakupan di mana ketakutan terhadap jarum sering menyebabkan orang enggan divaksin. Sebuah survei baru-baru ini menemukan hampir 19 juta orang Amerika yang menolak vaksin bersedia untuk mendapatkannya jika ada pilihan pil.

Dengan hanya 15 persen populasi dunia yang sudah divaksinasi penuh, perjuangan global untuk mengakhiri pandemi masih jauh dari selesai. “Agar vaksin benar-benar bekerja dengan baik, kami membutuhkan sebanyak mungkin orang untuk mendapatkannya,” ujar Kidron.

Namun tentu saja menciptakan vaksin berbentuk pil bukan hal yang mudah. Sejauh ini, hanya sedikit dari vaksin oral yang berhasil memberikan manfaat. Hal ini dikarenakan bahan aktifnya cenderung tidak bertahan saat melewati saluran gastroinstestinal.

Oramed percaya telah mengatasi rintangan teknis dengan merancang kapsul yang bertahan di lingkungan usus yang sangat asam. Mereka menemukan teknologinya untuk produk sebelumnya, bentuk insulin oral eksperimental, obat penyelamat nyawa bagi penderita diabetes yang diberikan melalui suntikan.

Kapsul yang dibuat Oramde itu memiliki lapisan pelindung yang membuatnya lambat terdegradasi. Ini juga melepaskan molekul yang disebut inhibitor protease yang menghentikan enzim di usus kecil dari memecah insulin dan meningkatkan penyerapan untuk membantu insulin menyeberang ke aliran darah.

Dalam mengembangkan kapsus itu, Oramed didukung ahli biokimia pemenang Hadiah Nobel Avram Hershko. Ia juga menjadi dewan penasihat ilmiah Oramed.

Obat ini telah diberikan pada ratusan pasien dalam uji klinis tahap akhir di AS  dengan hasil yang diharapkan akan diperoleh September 2022. Dan kini, mereka telah meluncurkan perusahaan yang mayoritas dimiliki yang dinamakan Oravax, yang mengambil teknologi kapsul dari produk insulin oral dan menggunakannya untuk vaksin Covid-19 oral.

Untuk memicu respon imun, ilmuwan perusahaan telah merancang partikel sintetis mirip virus corona. Ini meniru tiga struktur utama dari patogen, yakni spike protein, amplop protein, dan protein membran.

Sebagian besar vaksin resmi saat ini, seperti Pfizer atau AstraZeneca, didasarkan pada spike protein saja. Hal ini membuatnya kurang protektif seiring waktu karena spike protein virus corona bermutasi.

Menurut Kidron, dengan menargetkan beberapa bagian virus, termasuk struktur yang bermutasi lebih sedikit, vaksin Oravax bisa lebih tahan terhadap berbagai varian.

Perusahaan telah mengajukan untuk memulai uji coba di beberapa negara dan berharap untuk memulai yang pertama di Israel dalam beberapa minggu. Mereka masih menunggu persetujuan dari kementerian kesehatan.

Kidron meramalkan dalam tahap awal vaksin ini akan lebih berperan di negara berkembang yang belum membeli cukup pasokan vaksin saat ini. Baru kemudian pasar akan berkembang.

Vaksin berbentuk pil ini akan menjadi sebuah ide sangat menarik jika nantinya memang booster berkelanjutan diperlukan. Jika berhasil, ini juga akan menjadi bukti bagi konsep vaksin yang diberikan secara oral di masa depan.

Wah, kalau benar vaksin Covid-19 berbentuk pil ini nantinya terwujud, kalian masih ada yang takut untuk divaksin nggak nih? (*) 

Artikel Terkait
Current Issues
Pernah Kena Covid-19 Memang Bisa Lebih Kebal, tapi Tetap Lebih Aman Vaksin

Current Issues
Indonesia Berencana Buka Perbatasan Pada November

Current Issues
Varian BA.2.75 Sudah Masuk Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?