Tech

Twitter Adakan Sayembara Berhadiah Uang Tunai untuk Analisis Fitur Crop Otomatis

Jingga Irawan

Posted on July 31st 2021

Twitter Inc tampaknya menyerah dalam mengatasi algoritma dari fitur crop gambar otomatisnya. Dilansir dari Reuters, Sabtu (31/7), Twitter mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan sayembara bagi peneliti komputer dan hacker untuk mengidentifikasi bias dalam algoritma fitur crop gambarnya.

Fitur crop gambar otomatis milik Twitter memang telah membuat kontroversi selama setahun terakhir. Sebelumnya, sekelompok peneliti hingga masyarakat awam menemukan bahwa algoritma dari fitur tersebut cenderung mengecualikan tampilan orang kulit hitam, objek berwarna gelap hingga laki-laki.

Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas di seluruh industri teknologi untuk memastikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat bekerja sesuai harapan pengguna dan tak rasis.

Raksasa teknologi media sosial itu mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa sayembara bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi dari algoritma di luar apa yang Twitter identifikasi sendiri.

Menyusul kritik tahun lalu tentang pratinjau gambar dalam timeline yang mengecualikan wajah orang kulit hitam, sebuah studi oleh tiga peneliti pembelajaran fiturnya pada bulan Mei menemukan perbedaan 8 persen dari paritas demografis yang mendukung wanita, dan 4 persen mendukung individu kulit putih.

Twitter merilis secara terbuka kode komputer yang menunjukkan bagaimana gambar dipangkas dan meminta para peserta untuk menemukan bagaimana algoritmanya dapat menyebabkan bias semacam itu. Seperti terkesan membuat stereotip atau merendahkan sekelompok orang.

Mereka yang ikut sayembara harus menyerahkan deskripsi temuannya dan kumpulan data yang dapat dijalankan melalui algoritma untuk menunjukkan masalah tersebut. Twitter kemudian akan memberikan poin berdasarkan jenis bahaya yang ditemukan, seberapa besar potensinya mempengaruhi orang dan banyak lagi.

Para pemenang akan menerima hadiah uang tunai mulai dari USD 500 (Rp 7,2 juta) hingga USD 3,500 (Rp 50 juta) dan akan diundang untuk mempresentasikan temuan mereka di sebuah event yang diselenggarakan oleh Twitter di DEF CON pada bulan Agustus, salah satu konferensi hacker terbesar yang diadakan setiap tahun di Las Vegas.

Jika kalian tertarik untuk bergabung, kalian dapat menuju ke halaman HackerOne untuk melihat aturan sayembara dan kriteria yang harus dipenuhi. Pendaftaran dibuka hingga 6 Agustus, dan pemenang tantangan akan diumumkan pada 9 Agustus. (*)

Related Articles
Interest
Twitter: 1.622 Tweet Rasis Terjadi Selama EURO 2020

Tech
Twitter Rancang Layanan Berlangganan, Akankah Jadi Medsos Berbayar?

Tech
Lawan Penyebaran Misinformasi, Twitter Luncurkan Fitur Birdwatch