Current Issues

IDAI: 20 Persen Anak yang Terpapar Covid-19 Tidak Bergejala

Dwiwa

Posted on July 30th 2021


Unicef

Penyebaran Covid-19 di Indonesia telah menggila dalam sebulan terakhir. Jumlah kasusnya terus mengalami peningkatan signifikan. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun juga banyak yang terdeteksi terpapar Covid-19.

Dari banyaknya anak yang terinfeksi, kabar baiknya adalah 20 persen di antaranya tidak mengalami gejala. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Eva Devita dalam diskusi “Kupas Tuntas Vaksin Covid-19” seperti yang dikutip dari Antara.

Meskipun kabar ini cukup baik bagi anak-anak, tetapi di sisi lain ini juga menimbulkan risiko pada penyebaran Covid-19. Pasalnya, Eva menuturkan jika meskipun tidak memiliki gejala, mereka masih bisa menularkan virus ke orang lain.

Salah satu cara untuk mencegah hal ini terjadi, kata Eva, adalah dengan memberikan imunisasi dan vaksinasi kepada anak-anak. Ini merupakan salah satu upaya untuk menghentikan rantai penularan Covid-19.

“Ketika ada imunisasi, maka dia akan langsung menuju atau merangsang pertahanan lapis ketiga, sehingga tubuh tidak perlu sakit. Tapi kemudian pertahanan lapis ketiga ini akan memacu membentuk antibodi yang spesifik,” ujarnya.

Jika dilakukan perhitungan, satu dari delapan orang yang terpapar Covid-19 merupakan anak-anak. Dari angka tersebut, ada sekitar 12,5 persen yang menunjukkan gejala Covid-19.

Kabar buruknya, tiga sampai lima persen dari pasien yang meninggal, 50 persennya adalah anak usia balita. Hal ini memperlihatkan jika penularan Covid-19 pada anak-anak umumnya terjadi pada klaster keluarga.

Soal keamanan vaksin, Eva menjelaskan jika penelitian yang dilakukan di Tiongkok telah memperlihatkan jika pemberian vaksin pada anak aman dilakukan. Vaksin efektif memicu terbentuknya antibodi tubuh dalam jumlah yang signifikan.

Ghifara, remaja 16 tahun yang merupakan salah satu perwakilan dari Forum Anak Indonesia asal Jakarta mengatakan jika dirinya bersedia divaksin karena tahu ini memberi manfaat untuk meningkatkan imun tubuh agar tidak terkena Covid.

Sementara itu, Manajer Advokasi Wahana Visi Indonesia Junito Drias menyebut jika meskipun anak-anak memiliki hak yang sama untuk mendapat vaksinasi, tetapi orang tua lah yang memiliki peran besar untuk menentukan. Jadi, orang tualah yang harus memastikan jika anak-anak mereka mendapat akses vaksinasi dengan baik. (*)

Related Articles
Current Issues
WHO: Vaksinasi Anak-anak "Bukan Prioritas Tinggi" Saat Pasokan Global Terbatas

Current Issues
Vaksin Covid-19 Mungkin Tidak Akan Langsung Menyelesaikan Pandemi Covid-19

Current Issues
Waduh, Cuma 50 Persen Warga Amerika Serikat yang Mau Divaksin