Tech

Pembuat Baterai EV Asal Tiongkok Perkenalkan Baterai Sodium-ion

Jingga Irawan

Posted on July 30th 2021


Credit: Reuters

Kemajuan teknologi tak hanya terjadi dalam pembuatan model kendaraan listrik (EV), melainkan juga baterainya. Dilansir dari Reuters pada Jum’at (30/7), pabrikan baterai terbesar di Tiongkok Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL) mengumumkan generasi pertama baterai sodium-ion. Perusahaan itu berencana membuat rantai pasokan untuk teknologi barunya pada 2023.

Ketika EV menjadi semakin populer, permintaan baterai -terutama kobalt- telah melonjak. Kondisi ini mendorong pembuat mobil dan pabrikan baterai mencari alternatif untuk tiga teknologi utama saat ini: baterai nikel-kobalt-aluminium (NCA), nikel-kobalt-mangan (NCM) dan lithium iron phosphate (LFP). Uniknya, Baterai sodium-ion tak mengandung litium, kobalt, maupun nikel.

Sebetulnya baterai sodium-ion bukanlah barang baru. Konsep ini muncul bersamaan dengan baterai lithium-ion, karena keduanya memiliki prinsip kerja yang sama. Kimia sodium-ion sebenarnya mengalahkan LFP dalam kinerja suhu rendah, pengisian cepat, siklus ketahanan dan efisiensi integrasi sistem, tetapi saat ini diklaim masih kurang padat energi.

Menurut Insideevs, sodium ion juga berpindah antara katoda dan anoda. Namun, dibandingkan dengan lithium ion, sodium ion memiliki volume yang lebih besar dan persyaratan yang lebih tinggi mengenai stabilitas struktural dan sifat kinetik bahan. Hal inilah yang telah menjadi hambatan bagi industrialisasi baterai sodium-ion selama ini.

Kepadatan energi yang lebih rendah dari baterai sodium-ion membatasi minat industri pada jenis baterai tersebut selama bertahun-tahun. Tetapi pamornya kembali karena bahan kimia ini memiliki keunggulan spesifiknya sendiri.

CATL sendiri merupakan salah satu perusahaan yang mengembangkan baterai ini untuk waktu yang lama. Model generasi pertama diharapkan memberikan kepadatan energi yang layak, kemampuan pengisian daya yang sangat cepat, dan terutama kinerja yang kuat pada suhu rendah.

"CATL telah didedikasikan untuk penelitian dan pengembangan bahan elektroda baterai sodium-ion selama bertahun-tahun. Dalam hal bahan katoda, CATL telah menerapkan bahan putih Prusia dengan kapasitas spesifik yang lebih tinggi dan mendesain ulang struktur massal bahan dengan mengatur ulang elektron, yang memecahkan masalah fading kapasitas yang cepat di seluruh dunia pada siklus material,” menurut perwakilan perusahaan dikutip dari Insideevs.

"Dalam hal material anoda, CATL telah mengembangkan material karbon keras yang memiliki struktur berpori unik, yang memungkinkan penyimpanan berlimpah dan pergerakan cepat ion natrium, dan juga keunggulan luar biasa kinerja siklus," masih tulis CATL.

CATL juga meluncurkan paket baterai yang mengintegrasikan baterai sodium-ion dan lithium-ion. Perusahaan sedang bersaing dengan Panasonic Corp Jepang dan LG Chem Korea Selatan dengan memiliki lebih dari 5.000 peneliti. Mereka juga mengembangkan teknologi lain yang mengintegrasikan sel baterai langsung ke rangka kendaraan listrik untuk memperluas jangkauan mengemudinya.

Selama ini, pembuat mobil yang dipasok baterai oleh CATL adalah Tesla Inc, Volkswagen AG, hingga Geely. (*)

Related Articles
Current Issues
CATL Bantah Bantu Tesla Jual Kendaraan Listrik Cacat di Tiongkok

Tech
Tesla Ajukan Permohonan Produksi Sel Baterai Terbesar di Gigafactory Berlin

Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan