Tech

Elon Musk Segera Buka Stasiun Supercharger Tesla untuk EV Merek Lain

Jingga Irawan

Posted on July 29th 2021


Credit: The Verge

Selama bertahun-tahun Tesla memiliki wacana membuka jaringan stasiun pengisian listriknya (Supercharger) untuk kendaraan listrik (EV) merek lain. Dan awal bulan ini, CEO Tesla Elon Musk men-tweet bahwa Tesla berencana merealisasikan rencana itu akhir 2021 ini.

Dilansir The Verge, Kamis (29/7), Elon Musk akhirnya memberikan beberapa detil tentang cara kerja jaringan pengisian daya tersebut dalam pertemuan dengan investor Senin, 26 Juli 2021. Elon mengklaim cara kerja Supercharger agar bisa digunakan EV lain sangat sederhana.

Pemilik EV lain dapat mengisi daya di stasiun Supercharger menggunakan aplikasi Tesla. Aplikasi tersebut awalnya diperuntukkan hanya bagi pemilik produk Tesla. Namun ke depan bakal bisa diakses pemilik merek mobil lain.

Menurut Elon, Tesla akan berupaya mewujudkan konektor kabel pengisian standar untuk kawasan Eropa dan Tiongkok. Untuk di Eropa, Tesla telah berkomitmen membuka jaringan Supercharger di Norwegia.

Nah yang menjadi masalah adalah Tesla yang diluncurkan di Amerika Utara. Sebab Tesla untuk Amerika Utara memiliki konektor khusus. Jadi, kendaraan non-Tesla di Amerika Utara jika ingin mengisi di Supercharger akan membutuhkan adaptor khusus.

Elon Musk mengatakan, Tesla telah mengadakan pembicaraan dengan pembuat mobil lain tentang berbagi biaya dalam membuka jaringan Supercharger. Dan, pada 2018, Elon Musk mengatakan perusahaan mobil lain yang ingin memanfaatkan Supercharger harus mau menerima tarif dan konektor dari Tesla. Setidaknya memiliki adaptor ke konektor Tesla jika ingin memanfaatkan stasiun pengisian daya, Supercharger.

Jika Tesla mengizinkan kendaraan listrik lain untuk mengisi daya di jaringan Supercharger, itu bisa menjadi dorongan besar bagi pasar EV yang baru lahir. Pasalnya, Tesla telah membangun hampir 3.000 stasiun dan hampir 27.000 konektor di seluruh dunia. Supercharger sendiri punya keunggulan dapat mengisi daya dengan kecepatan lebih tinggi daripada kebanyakan jaringan lainnya.

Sebenarnya saat ini sudah banyak jaringan pengisian daya umum yang sudah terbuka untuk umum. Seperti EVgo, ChargePoint, dan Blink. Namun mengizinkan jaringan Supercharger untuk dapat dipakai pengguna EV lain bisa lebih segera membantu memudahkan pemilik EV. Tentu keputusan tersebut juga pastinya menjadi keuntungan lain bagi Tesla.

“Meningkatkan pemanfaatan jaringan Supercharger sebenarnya mengurangi biaya kami. Memungkinkan kami bisa menurunkan harga pengisian untuk semua pelanggan, membuat jaringan lebih menguntungkan, memungkinkan kami mengembangkan jaringan lebih cepat. Itu hal yang baik di sana," kata Drew Baglino, Kepala Tesla Energy.

Lebih penting lagi, membuka jaringan Supercharger untuk mobil merek lain dapat membuat pengisian daya Tesla lebih menarik bagi program subsidi pemerintah. Presiden Biden sendiri mengatakan pemerintah AS ingin membangun 500.000 stasiun pengisian listrik, sebagai bagian dari investasi USD 15 miliar di bidang teknologi.

Seiring semakin populernya kendaraan Tesla, stasiun Supercharger di beberapa kota besar memang semakin ramai. Namun, apabila Tesla membuka untuk merek kendaraan listrik lain, Supercharger kemungkinan akan jauh lebih ramai. Bisa jadi akan menimbulkan antrean lebih lama di stasiun Supercharger.

Untuk mengatasi ini, Elon Musk mengatakan Tesla dapat bermain dalam penentuan harga. Misalnya, ketika ada kendaraan yang lebih lambat pengisian dayanya di Supercharger tarifnya akan dibuat lebih mahal.(*)

Related Articles
Tech
Tesla Buka Stasiun Pengisian Daya untuk EV Merek Lain Akhir Tahun Ini

Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
Menyusul Tesla, Pembuat Mobil Listrik Tiongkok NIO Perluas Pasar ke Norwegia