Tech

Wireless Charger untuk Isi Daya Beberapa Gadget Bersamaan

Mainmain.id

Posted on July 28th 2021

Teknologi wireless charger bukan barang baru. Sudah berkembang pesat sejak beberapa tahun belakangan. Namun apa yang dikembangkan Aalto University di Finlandia ini menarik. Mereka mengembangkan teknologi wireless charger agar bisa mengisi daya banyak gadget secara bersamaan.

Penelitian Aalto University ini dilakukan oleh Dr. Prasad Jayathurathnage, Dr. Xiaojie Dang, serta profesor Sergei Tretyakov dan Constantin Simovski. Temuan ini telah dipublikasikan dalam IEEE Transactions on Industrial Electronics, 21 Juli lalu.

Sejauh ini teknologi wireless charger masih mengadopsi pengisian perangkat sesuai titik yang ditetapkan. Biasanya gadget yang perlu didekatkan ke titik perangkat wireless charger. Nah, penelitian yang dilakukan Aalto University ini sudah jauh ke depan. Pemancar untuk pengisian daya bisa membuat saluran transfer daya ke segala arah. Pemancar itu bisa secara otomatis menyetel saluran saat perangkat penerima sedang bergerak.

Jadi, gadget yang akan diisi dayanya tak perlu harus didekatkan pemancar pengisi daya. Cara kerja teknologi ini adalah perangkat seperti telepon, laptop, dan peralatan kecil lainnya dilengkapi dengan alat penerima. Ketika alat itu mendeteksi posisi pengisi daya, maka saat itu juga pengisian daya bisa dilakukan secara bersamaan. Tanpa perlu ada sentuhan fisik antara gadget dan alat pengisian daya. Atau tanpa dibawa ke tempat tertentu.

"Yang membedakan pemancar ini adalah penyetelannya sendiri, yang berarti Anda tidak memerlukan elektronik yang rumit untuk terhubung dengan penerima yang tertanam dalam perangkat. Karena alat ini menyetel sendiri, Anda juga dapat memindahkan perangkat dengan bebas dalam rentang pengisian daya yang lebar," jelas Prasad Jayathurathnage, peneliti pasca-doktoral di Universitas Aalto.

Saat ini tim dari Aalto University sedang meneliti tahap lanjut tentang rentang jangkauan pengisian wireless charger. Semakin jauh rentang pengisian antara gadget dan charger tentu semakin baik. Namun perlu ada penelitian tentang bahaya medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh pemancar agar tidak berbahaya bagi manusia.(*) 

Artikel Terkait
Tech
Tiongkok Luncurkan Prototipe Kereta Terbang Berkecepatan 620 Km per Jam

Tech
Dari Token Game Hingga Bernilai USD 2 Triliun, Begini Sejarah Cryptocurrency...

Tech
Unik, Profesor Jepang Bikin TV Bisa Dijilat untuk Mencicipi Makanan