Tech

Awas! Tesla Cari Postingan Buruk Media Sosial Tentang Elon Musk dan Perusahaan

Jingga Irawan

Posted on July 26th 2021

Credit: Getty Images

Menjadi sosok fenomenal memang tak akan bisa luput dari haters. Namun, sebagian besar dari orang-orang terkenal punya cara sendiri untuk mengendalikannya. Dilansir dari Gizmodo, Senin (26/7), Divisi khusus Tesla, Tesla Energy, memiliki tim yang punya jobdesk mencari keluhan pelanggan dan warganet yang menjelek-jelekkan CEO-nya, Elon Musk, di internet.

Dua karyawan anonim mengatakan bahwa selain punya tugas menyelesaikan masalah yang dikeluhkan pelanggan secara online, staf Tesla juga diinstruksikan untuk meminta pelanggan menghapus postingan mereka yang berbicara tak pantas.

Berdasarkan laporan Gizmodo, sebuah tim yang terdiri dari lebih dari 20 karyawan mencari keluhan pelanggan di media sosial dan situs ulasan, sementara tim terpisah yang terdiri dari sembilan orang mencari posting yang menargetkan Elon Musk secara khusus.

Sumber anonim tersebut juga pernah bekerja di penanganan keluhan melalui layanan dukungan pelanggan resmi Tesla. Namun, sumber anonim itu juga mengatakan bahwa selama waktu istirahat mereka di tempat kerja, staf diharapkan bisa menyisir internet mencari pelanggan Tesla yang marah.

Mantan karyawan lain yang bekerja sebagai manajer di Tesla Energy mengatakan bahwa staf yang ditugaskan untuk menjelajahi media sosial pada dasarnya hanya akan mencari postingan di seputar tagar #TeslaEnergy, #Elon, apa saja yang berkaitan dengan Tesla dan energi dan Elon.

Informasi dari mantan karyawan tersebut sejalan dengan daftar pekerjaan yang dikeluarkan Tesla awal tahun ini, yaitu mencari staf penuh waktu untuk mengatasi eskalasi media sosial yang diarahkan pada CEO. Menurut mantan manajer tersebut, pelanggan terkadang dapat menerima respons yang lebih cepat dengan mengeluh di media sosial daripada melalui layanan pengaduan pelanggan Tesla.

Salah satu pelanggan Tesla Energy mengaku bahwa seorang manajer proyek khusus menginstruksikannya untuk melakukan keluhan di media sosial setelah mengalami masalah dengan produk Tesla. Sayangnya, setelah pelanggan memposting masalah tersebut di Twitter, Tesla tak pernah memberikan bantuan.

"Dia mengatakan kepada saya untuk online dan mengeluh, di Twitter atau Facebook, karena dia mengatakan satu-satunya hal yang didengarkan perusahaan ini adalah sentimen media sosial," kata pelanggan.

Dalam laporan bulan Mei, salah satu calon pelanggan Tesla lainnya mengaku saat permintaannya untuk berkonsultasi dengan perwakilan Tesla diabaikan, calon pelanggan itu akhirnya mengeluh di Twitter. Nah, tak lama perwakilan dari Tesla menelepon untuk meminta maaf mengatasi kekhawatirannya.

Kemungkinan, hal semacam ini lah yang mendorong pelanggan Tesla maupun perusahaan lainnya lebih memilih untuk mengeluhkan produk di media sosial daripada harus menghubungi customer service perusahaan, karena akan lebih diperhatikan. Pasalnya, berkoar-koar di media sosial dapat mengancam citra perusahaan. (*)

Related Articles
Tech
Elon Musk Siapkan Rp 436,7 Triliun untuk Proyek Internet Satelit Starlink

Tech
Elon Musk dan 'Penambang' Bitcoin Berkomitmen Atasi Masalah Kripto

Tech
Elon Musk Bantah Kabar Ingin Gantikan CEO Apple, Tim Cook