Tech

Siap Tandingi Tesla, Mercedes-Benz Investasi Lebih dari USD 47 Miliar pada 2030

Jingga Irawan

Posted on July 25th 2021

Credit: Autocar

Perusahaan otomotif dunia kini terlihat dalam perang investasi besar-besaran untuk mewujudkan ambisinya membangun kendaraan listriknya. Dilansir dari Gadgets 360, Minggu (25/7), Produsen Mercedes-Benz, Daimler, berencana menginvestasikan lebih dari USD 47 miliar (Rp 680 triliun) pada 2030 agar siap menghadapi Tesla di pasar mobil listrik.

Mulai tahun 2025, perusahaan asal Jerman tersebut hanya akan membuat EV. Mercedes-Benz tidak hanya fokus menggarap mobil listrik. Mereka juga fokus membangun delapan pabrik baterai. Hal itu akan dilakukan saat produksi kendaraan listrik (EV) mereka akan ditingkatkan.

"Kami benar-benar ingin melakukannya, dan menjadi dominan," kata Chief Executive Ola Källenius kepada Reuters. Ia memastikan bahwa produksi kendaraan dengan teknologi mesin pembakaran tradisional akan "mendekati nol” pada 2025.

Semua perusahaan otomotif kini sepertinya termotivasi untuk melampaui Tesla. Beberapa pembuat mobil seperti Volvo Cars milik Geely juga telah berkomitmen hanya memproduksi kendaraan listrik pada 2030. Sedangkan General Motors bercita-cita untuk menjadi sepenuhnya listrik pada 2035.

"Perdebatan tentang kapan kalian memproduksi kendaraan berbahan bakar fosil, kini sudah tidak relevan," kata Källenius. "Pertanyaannya adalah seberapa cepat Anda dapat meningkatkan hingga mendekati 100 persen listrik, dan itulah yang kami fokuskan."

Saham Daimler naik sebanyak 2,5 persen setelah kabar itu disampaikan ke publik. Kebijakan Daimler ini muncul seminggu setelah Uni Eropa mengusulkan larangan efektif atas penjualan mobil bensin dan diesel baru mulai 2035. Larangan ini sebagai bagian dari langkah-langkah luas untuk memerangi pemanasan global.

Menjelang pengumuman Uni Eropa, pembuat mobil lainnya juga mengumumkan serangkaian investasi besar dalam EV. Awal bulan ini, Stellantis mengatakan akan menginvestasikan lebih dari EUR 30 miliar pada 2025 untuk elektrifikasinya.

Daimler mengatakan bahwa pada 2025, mereka berharap mobil dan hibrida listrik buatan mereka akan mencapai 50 persen dari penjualan. Angka itu lebih awal dari perkiraan sebelumnya bahwa hal tersebut akan terjadi pada 2030.

Daimler mengungkap tiga platform listrik yang akan segera diluncurkan. Yakni, satu kendaraan mobil penumpang dan SUV. Satu lagi kendaraan van. Dan terakhir kendaraan berperforma tinggi. Semuanya akan diluncurkan pada 2025.

Daimler juga mengatakan akan membangun 200 gigawatt-hour (GWh) kapasitas sel baterai. Empat dari pabrik baterai barunya akan berada di Eropa, dan satu di Amerika Serikat. Daimler juga akan segera mengumumkan mitra Eropa baru untuk rencana produksi baterainya.

Tak hanya itu, sebagai bagian dari strategi elektrifikasinya, Daimler juga akan membangun pabrik daur ulang baterai di Kuppenheim, Jerman. Pabrik itu akan mulai beroperasi pada 2023.(*)

Related Articles
Tech
Volvo, Daimler dan Traton Bangun 1,700 Jaringan Pengisian Truk Listrik di Eropa

Tech
Elon Musk Pertimbangkan Buka Pabrik Tesla di Rusia

Tech
Steer Bisa Jadi Solusi Krisis Listrik Akibat Terjadinya EV Boom