Tech

Dorong Warga Pakai Sepeda Listrik, Senator AS Ajukan RUU E-BIKE

Jingga Irawan

Posted on July 25th 2021

Credit: The Verge

Bicara soal transportasi listrik tak hanya seputar mobil dan kendaraan berat, sepeda listrik (E-Bike) juga memiliki peran. Dilansir The Verge pada Minggu (25/7), demi eksistensi sepeda listrik, senator dari Partai Demokrat AS, Ed Markey dan Brian Schatz, mengajukan rancangan uang-undang (RUU) tentang subsidi pajak pembelian sepada listrik baru bagi warga AS.

RUU itu disebut Electric Bicycle Incentive Kickstart for Environment, bisa disingkat UU E-BIKE. RUU tersebut melengkapi RUU yang diajukan di House of Representatives (DPR) awal tahun ini.

Sepeda listrik bisanya lebih mahal daripada sepeda biasa. Harganya sekitar USD 1.000 hingga USD 8.000 (Rp 14 juta - Rp 115 juta) untuk model kelas atas. Tetapi, sepeda listrik dinilai menjadi pilihan tepat pengganti mobil. Studi baru-baru ini menemukan bahwa jika 15 persen perjalanan mobil diganti dengan E-Bike, emisi karbon bisa turun 12 persen.

Baru-baru ini The Verge mewawancarai Senator Brian Schatz untuk memperdalam pemahaman tentang RUU tersebut. Menurut Brian, “Idenya sederhana, peralihan ke transportasi listrik bukan hanya tentang mobil, tetapi tentang segala cara untuk berkeliling.”

Pada dasarnya, RUU itu akan mempermudah akses warga AS untuk membeli E-Bike yang mahal. Brian ingin lebih banyak orang mengendarai E-Bike. Karena selama ini hanya transportasi beroda empat yang lebih diutamakan.

Selama ini, pemerintah AS telah membangun area parkir murah, ada pula yang gratis hingga berinvestasi untuk jalan raya. Pengemudi mobil bahkan tak perlu pusing akan kemacetan atau bertanggung jawab atas emisi karbondioksida, pun undang-undang zonasi dan pajak juga mendukung kian banyak orang untuk memiliki mobil.

Nah, Brian ingin perlakuan serupa juga diterapkan untuk pengendara sepeda. Khususnya, sepeda listrik. “Kita perlu mulai mengakomodasi sepeda —terutama E-Bike— jika kita ingin lebih banyak orang beralih ke bentuk transportasi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

“RUU tersebut membuat alternatif energi yang lebih bersih dan lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang,” lanjut brian Schatz. “E-bike sangat masuk akal bagi orang-orang yang bekerja, kaum muda, dan orang lain yang tak mampu atau tak menginginkan mobil.”

Sama seperti RUU DPR, RUU yang diajukan Bran Schatz dan Markey memberikan subsidi pajak senilai 30 persen dari harga pembelian E-Bike baru. Namun nominalnya tetap dibatasi maksimal USD 1.500.

Subsidi pajak juga terbatas pada tiga kelas E-Bike. Tak berlaku bagi sepeda bermesin motor yang bertenaga lebih dari 750W. Namun, pajak juga bisa disubsidi total oleh negara khusus untuk individu berpenghasilan rendah.

Tetapi, masalah umum terkait sepeda sering menghambat proses pemakaiannya. Kritikus undang-undang menyampaikan bahwa orang tak akan beralih ke sepeda tanpa infrastruktur yang lebih aman. Sama seperti mayoritas negara di dunia, jalur sepeda yang aman masih kurang di AS, dan tak jelas apakah lonjakan permintaan untuk E-Bike menjadi keputusan baik di tingkat lokal.

Brian mengatakan perlu ada suntikan dana besar untuk infrastruktur fisik jalur sepeda dan jalan yang aman agar RUU ini memiliki hasil yang diinginkan, yaitu lebih banyak orang beralih dari mobil ke E-Bike. Pasalnya, ada sekitar USD 20 miliar dalam anggaran infrastruktur Presiden Joe Biden untuk perbaikan jalan yang aman, dan itu mencakup jalur sepeda.

“Saya optimis,” kata Schatz tentang potensi pengesahan Undang-Undang E-BIKE. “Tetapi pasti akan menghadapi banyak hambatan sebelum menjadi undang-undang. Kami berencana untuk menyelesaikannya dalam waktu yang akan datang, tetapi jika tidak, kami akan terus mendorongnya.”(*)

Related Articles
Interest
Harga Sepeda E-Bike Pertama Harley-Davidson Terungkap, Bisa Beli Motor Sport!

Tech
Hari Pertama El Salvador Adopsi Kripto, Harga Bitcoin Malah Anjlok

Tech
#FactCheckYourFeed, Kampanye TikTok Agar Penggunanya Melek Literasi Digital