Lifestyle

Ingin Menghentikan Kebiasaan Berpikir Negatif? Belajar Menerima, Jangan Dilawan!

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 18th 2021

(Ilustrasi: drawlab19/Freepik)

Buat kalian yang suka overthinking dan mayoritas yang dipikirkan adalah hal-hal negatif, kalian nggak sendirian. Kadang pikiran kita memang aktif banget sampai bikin kita sulit keluar dari lingkaran hal-hal negatif tersebut. Duh, cukup mengganggu tentunya.

Nah, buat kamu yang ingin menata pikiran jadi lebih baik dan enggak melulu negatif, simak beberapa tips di bawah sebagai langkah realistis menghadapi pikiran negatif.

Terima adanya pikiran negatif

Kadang kalau kita berpikiran negatif, bawaannya langsung pengin mengusirnya dengan pikiran positif. Di beberapa kesempatan mungkin itu baik dilakukan, tapi sebenarnya cara itu kurang realistis.

Sama halnya dengan berusaha menyetop pikiran negatif. Mungkin terasa membantu dalam jangka pendek, tapi sama aja kita menghentikan usaha diri sendiri untuk mengenali emosi. Akibatnya setiap ada pikiran negatif, kita enggak terlatih buat itu, dan bebannya tetap berat.

Dilansir dari Psychology Today, kita perlu menyadari keberadaan pikiran negatif lalu melepaskannya pergi. Pikiran kita tidak menentukan diri kita atau keadaan yang kita hadapi. Kita bisa membayangkan pikiran negatif itu sebagai balon lalu membiarkannya terbang. Bisa juga dengan teknik menutup iklan pop-up ads, mengeklik tanda silang di “iklan” yang muncul di kepala kita.

Jangan paksakan pikiran positif buat menggantikan

Agak kurang pas rasanya memaksa diri sendiri yang lagi merasa sedih buat langsung merasa senang seakan gak ada apa-apa terjadi. Kadang ada beberapa hal yang memang menyakitkan dan kita nggak bisa melawan kalau itu memang menyakitkan.

Jalan yang lebih baik adalah menerima adanya pikiran negatif, lalu berikan diri sendiri waktu memprosesnya. Ambil waktu buat istirahat. Jangan kejam sama diri sendiri. Pas sudah punya energi lebih, pelan-pelan cari solusi yang melatarbelakangi pikiran negatif tadi.

Pahami pola pikir kita

Penting banget buat mengenali cara pikir kita sendiri untuk tahu ke mana pikiran kita akan berakhir. Misal, kalau kita mengalami kegagalan, apakah kita langsung berpikir kita orang gak berguna? Kalau sukses, langsung berpikir kita orang yang berkompeten? Kalau iya, berarti kita cenderung berpikir dengan pola hitam dan putih atau all-or-nothing.

Dilansir dari Very Well Mind, ada pola berpikiran negatif lainnya seperti langsung melompat ke kesimpulan (terlalu cepat menilai sesuatu dengan asumsi), membesar-besarkan sesuatu (satu hal kecil terjadi, lalu dibayangkan efek dominonya), hingga overgeneralization (terlalu menggeneralisir sesuatu, misal dia nggak balas chat berarti dia gak peduli).

Batasi pikiran ”Harusnya...“

Misalnya kamu melewatkan kesempatan buat volunteer di acara yang menarik. Oke, enggak masalah. Tiba-tiba muncul pikiran, ”Duh, harusnya aku coba daftar aja.” Stop, tunggu dulu. Di beberapa keadaan, sebaiknya batasi pikiran “Harusnya…” yang bikin kita merasa bersalah dengan diri sendiri.

Menurut Healthline, pikiran seperti itu bakal bikin kita cemas dan membebankan kita dengan sesuatu yang tidak mungkin lagi dilakukan. Semua orang pernah bikin kesalahan atau melewatkan kesempatan, itu lumrah.

Coba ganti “Harusnya aku nggak berpikiran negatif“ jadi ”Oke, aku berpikiran negatif sekarang. Ini benar atau enggak? Apa aku coba berbincang dengan temanku aja?“ Bisa juga mengganti ”Aku seharusnya nggak takut sama jarum suntik“ jadi ”Aku berharap aku gak takut sama jarum suntik, tapi aku memang takut dan mau cari solusi. Kira-kira apa yang bisa kulakukan ya?“

Latihan bersyukur

Tip satu ini memang sering banget dibahas karena memang ajaib banget. Coba ambil waktu untuk memikirkan hal-hal yang bisa kamu apresiasi hari ini meski keadaannya kurang baik. Mungkin sekadar hal kecil seperti internet nggak bikin emosi hari ini.

Terus latihan bersyukur meski keadaan baik bakal bikin pikiran kita selalu mencari hal baik dalam keadaan apa pun. Jadi pas menghadapi kesulitan, kita masih punya stok hal-hal yang bisa disyukuri~

Nah, itu dia beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan berpikiran negatif. Kalau kamu mulai merasa beban pikiranmu mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, nggak ada salahnya untuk konsultasi ke psikolog kok. Cek di sini buat rekomendasi platform konseling online. Kamu bisa juga menghubungi layanan Sejiwa melalui nomor telepon 119 ext. 8. Semangat! (*)

 

Related Articles
Lifestyle
3 Alasan Kenapa Bersyukur Tiap Hari Bisa Bikin Kesehatan Kita Lebih Baik!

Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Tech
Sering Diserang Kekhawatiran Mendadak? Coba Teknik “Close Pop-Up Ads”