Current Issues

Biden Sebut Facebook Sebarkan Informasi Salah yang Berujung Pada Kematian

Jingga Irawan

Posted on July 17th 2021

Chip Somodevilla/Getty Images

Pemerintah di seluruh dunia memang sedang berjuang melawan hoax dan informasi salah mengenai Covid-19 serta vaksinasi, tak terkecuali AS. DilansirThe Verge pada Sabtu (17/7), Presiden Joe Biden secara langsung mengkritik Facebook dan platform lain yang membiarkan kesalahan informasi menyebar. Akibatnya, jumlah kematian meningkat. 

Saat seorang wartawan meminta Biden untuk memberikan pesan terhadap platform seperti Facebook jawaban Presiden ke-46 AS tersebut cukup mengejutkan.

“Mereka membunuh orang, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di antara yang tidak divaksinasi, dan mereka membunuh orang,” kata Biden, kemudian pergi meninggalkan kerumunan wartawan. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi atas komentar presiden tersebut.

Tonton video lengkapnya klik link di sini.

Pernyataan itu muncul setelah Gedung Putih meminta Facebook dan platform lain untuk bertindak lebih agresif melawan informasi yang salah tentang vaksin Covid-19, yang sampai saat ini masih disalurkan secara bertahap pada masyarakat di seluruh dunia.

Kamis (15/7), Juru Bicara tim Kesehatan AS Vivek Murthy meminta platform media sosial menerapkan hukuman yang lebih keras terhadap akun yang membagikan informasi keliru. Dia secara khusus menyinggung fitur rekomendasi berbasis algoritmik seperti umpan berita Facebook karena berkontribusi besar pada penyebaran informasi yang salah.

"Mereka telah merancang produk, seperti fitur Like, yang menyasar konten emosional, bukan konten yang akurat. Dan algoritma mereka cenderung memberi kita lebih banyak dari konten seperti yang kita sukai, menarik kita lebih dalam dan lebih dalam ke dalam sumur informasi yang salah,” kata Murthy kepada wartawan.

Saat dihubungi untuk dimintai komentar, perwakilan Facebook mengklaim bahwa platform telah memerangi kesalahan informasi vaksin bukan membiarkannya. "Kami tidak akan terganggu oleh tuduhan yang tidak didukung oleh fakta," kata juru bicara Facebook.

“Faktanya adalah lebih dari 2 miliar orang telah melihat informasi resmi tentang Covid-19 dan vaksin di Facebook, lebih banyak daripada tempat lain di internet. Lebih dari 3,3 juta orang Amerika juga telah menggunakan alat pencari vaksin kami untuk mencari tahu di mana dan bagaimana mendapatkan vaksin. Fakta menunjukkan bahwa Facebook membantu menyelamatkan nyawa. Titik."

Vaksin untuk melindungi dari Covid-19 tersedia secara luas di AS, tetapi tingkat vaksinasi telah melambat dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, jumlah kasus dan kematian yang terkait dengan Covid-19 telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena varian baru penularan.

Menurut Gedung Putih, semua vaksin Covid-19 yang tersedia telah melalui proses pengujian yang ketat, sehingga terbukti aman dan efektif.(*)

 

Related Articles
Current Issues
Dikritik Balik Facebook, Biden Perbaiki Statement Terkait Misinformasi

Entertainment
Selena Gomez Sudah Off dari Medsos Selama 3 Tahun, Tapi Tetap Peka sama Isu

Current Issues
Facebook dan YouTube Tindak Tegas Penyebar Hoaks Sinyal 5G-COVID-19