Current Issues

Charlie Puth Marah Lagunya Dipakai buat Video TikTok yang Dukung Cameron Herrin

Beauty privilege memang gak main-main.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 15th 2021

(Foto: WFTS)

Charlie Puth marah sekali dengan tindakan seorang pengguna TikTok. Baru-baru ini, sebuah video singkat yang menampilkan sosok Cameron Herrin viral dengan iringan lagu milik Charlie. Sayangnya sang artis tidak terima karena Cameron adalah seorang yang bersalah di mata hukum.

Cameron Herrin adalah pria berusia 21 tahun yang diputuskan bersalah karena membunuh seorang ibu berusia 24 tahun, Jessica Reisinger Raubenolt dan anaknya yang berusia 21 bulan, Lillia Raubenolt. Pada 2018, Cameron melakukan balap liar dan menabrak dua orang tersebut hingga tewas.

Potret keluarga Raubenolt (Foto: Facebook)

Kasus penabrakan tersebut bergulir hingga sekarang. Dilansir dari Fox 13, awalnya Cameron dijatuhi hukuman penjara selama 30 tahun. Namun, pada April tahun ini, hukumannya dikurangi menjadi 24 tahun dan pengacara Cameron menyebut akan mengajukan banding.

Uniknya, Cameron yang terbukti bersalah justru menuai dukungan dari sebagian warganet. Para pendukung Cameron ini menyebut bahwa 24 tahun adalah hukuman yang terlalu berat untuk kejadian “kecelakaan” itu dan semua orang berhak mendapat kesempatan kedua. Banyak juga warganet yang memberi simpati karena… Cameron berwajah rupawan dan “tampak tak bersalah”.

Nggak heran banyak berseliweran akun dan unggahan pendukung Cameron di dunia maya. Salah satunya adalah akun TikTok @3hki yang sudah punya lebih dari 100 ribu pengikut. Akun itu membuat video kompilasi sosok Cameron di pengadilan. Nah, video kedua yang diunggah akun tersebut menggunakan lagu We Don’t Talk Anymore milik Charlie Puth.

“Jangan gunakan musikku untuk sampah ini,“ ujar pelantun Girlfriend itu. Komentarnya justru dianggap sepele oleh sang kreator video yang membalasnya dengan kalimat berarti, ”Terlambat, Charlie.“

Tangkapan layar unggahan TikTok @3hki

Pendukung Cameron bahkan membuat sebuah petisi untuk “meminta keadilan” buat sang idola. Dari target 25 ribu tanda tangan, petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 18 ribu kali ketika artikel ini ditulis.

Tangkapan layar petisi di web Change.org

Kasus Cameron Herrin ini bukti jelas kalau beauty privilege itu nyata. Kalau ganteng, didukung habis-habisan dan dianggap nggak bersalah. Please, berempati sama korban, bukan dengan pelaku kriminalnya.

Pengadilan sudah membuktikan Cameron bersalah, jadi please cari sosok lain buat diidolakan. Bayangkan kalau kamu jadi keluarga korban dan orang-orang malah membela pelaku. Bukan situasi yang diinginkan pastinya.(*)

 

Related Articles
Current Issues
Mulai dari Dokter hingga Artis Bikin Konten Cegah Coronavirus di TikTok

Current Issues
Ada Diskusi Tersembunyi, Twitter Diam-Diam Mau Beli TikTok?

Current Issues
Rekaman Pria Bunuh Diri Viral di TikTok, Ini Cara Cegah Konten Sensitif Muncul