Current Issues

Biar Nggak Salah, Begini Aturan Lengkap Perayaan Idul Adha 1442 H

Dwiwa

Posted on July 12th 2021

Perayaan Idul Adha tahun ini sepertinya akan kembali sepi. Pasalnya, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan. Pemerintah pun telah mengeluarkan aturan tentang pelaksanaan Idul Adha 1422 Hijriyah terkait salat Idul Adha hingga penyembelihan hewan kurban.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, Dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Berdasarkan SE tersebut, ada sejumlah pembatasan kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan Idul Adha. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga harus dijalankan secara ketat dalam pelaksanaan ibadah qurban.

Dilansir Antara, di wilayah yang menerapkan PPKM Darurat, zona merah dan zona oranye, seluruh kegiatan malam takbiran dan salat Idul Adha di masjid atau mushalla dan tempat umum ditiadakan. Sebagai gantinya, salat Idul Adha bisa dilakukan di rumah bersama dengan keluarga masing-masing.

Sedangkan bagi yang berada di luar wilayah PPKM Darurat dan tidak termasuk di zona oranye dan zona merah, masih diperbolehkan melakukan kegiatan malam takbiran dan salat Idul Adha berjamaah.

Pada malam takbiran, hanya takbir keliling saja yang tidak diizinkan. Sementara untuk takbiran di masjid/mushalla di zona kuning dan hijau masih diperbolehkan. Tetapi diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan ketat dengan jumlah jamaah maksimal hanya 10 persen dari kapasitas. Selain itu, hanya orang berusia 18-59 tahun dengan kondisi sehat yang boleh hadir.

Sementara untuk pelaksanaan salat Idul Adha di zona hijau dan kuning  di masjid/mushalla juga diberbolehkan asal menerapkan protokol kesehatan ketat. Jumlah jamaan yang hadir maksimal hanya 30 persen dari kapasitas. Sedangkan khutbah paling lama 15 menit. Khatib juga wajib memakai masker medis dan pelindung wajah.

Jamaah yang boleh hadir saat salat Idul Adha juga wajib memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya adalah berusia 18-59 tahun, sehat, tidak sedang menjalani isolasi mandiri, tidak baru kembali dari perjalanan luar kota, dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara untuk penyembelihan hewan qurban, baik di dalam maupun luar wilayah PPKM Darurat tidak berbeda. Untuk menghindari kerumunan, pelaksanaan kurban berlangsung 3 hari, yakni pada 11,12, dan 13 Zulhijah.

Kemudian pemotongan hewan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Tetapi jika kapasitas RPH-R terbatas, bisa dilakukan di tempat lain dengan sejumlah ketentuan. Di antaranya petugas wajib jaga jarak, menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan. Selain itu, seluruh peralatan harus dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan.

Untuk pendistribusiannya juga harus dilakukan oleh petugas kepada tempat tinggal warga yang berhak. Petugas distribusi juga wajib memakai masker rangkap dan sarung tangan guna meminimalkan kontak fisik dengan penerima. (*)

Related Articles
Current Issues
Tak Hanya Jawa-Bali, PPKM Darurat Kini Juga Diterapkan di Wilayah Lain

Current Issues
PPKM Level 4 Diperpanjang Sampai 9 Agustus, Ini Aturan yang berlaku

Current Issues
Zona Merah Makin Banyak, 108 Daerah Punya Risiko Tinggi Covid-19