Current Issues

Vaksinasi Anak dan Remaja di Surabaya Dimulai 10 Juli

Faanissaa

Posted on July 9th 2021

Foto Humas Pemkot Surabaya: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi persiapan pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Surabaya. Siswa SMP di Surabaya bisa mendapat vaksinasi mulai sabtu besok. 

Pemkot Surabaya akhirnya membuka vaksinasi Covid-19 untuk anak di atas 12 tahun mulai besok (10/7). Pelaksanaan pertama dimulai di halaman Polrestabes Surabaya. Sementara Minggu (11/7) vaksinasi anak itu dialihkan ke Gelora 10 November.

“Insya Allah besok (sabtu) sudah mulai di Polrestabes,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau vaksinasi massal di Gelora 10 November tadi siang. Syaratnya tidak berbeda jauh dengan vaksinasi dewasa. Bedanya, anak-anak harus memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai pengganti KTP. 

Mereka juga harus membawa fotokopi kartu keluarga serta mengisi formulir pendaftaran yang disediakan di lokasi vaksinasi.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Soepomo jadi koordinator vaksin anak. Ia mengatakan ada 20 ribu dosis yang disiapkan hingga Minggu besok. “Karena lokasinya di Tambaksari, kami berharap warga sekitar yang memiliki anak di atas 12 tahun bisa mendaftar,” kata mantan kepala dinas sosial itu.

Masalahnya, vaksinasi anak akan dibarengkan dengan vaksinasi umum. Soepomo sudah memerintahkan jajarannya untuk mengatur  pintu vaksin untuk anak dan dewasa. Begitu pula tenda screening dan lokasi penyuntikan. Semuanya harus dibedakan.

Nantinya, pemkot juga akan menggelar vaksinasi di sekolah-sekolah. Namun program ini masih menunggu ketersediaan vaksinasi yang masih terbatas.

Vaksinasi pada anak memang sangat mendesak. Satu dari delapan pasien Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak usia 0-18 Tahun. Sebanyak 3-5 persen di antaranya meninggal dunia, separonya masih balita. 

Dalam kondisi darurat itu, Kementerian Kesehatan akhirnya mengeluarkan surat edaran yang memperbolehkan vaksinasi pada anak di atas 12 tahun mulai sejak awal bulan ini. 

“Alhamdulillah sudah bisa divaksin. Bayangkan kalau tidak,” ujar Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof dr Bambang Supriyanto dalam webinar perlindungan anak dari Covid-19 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) 1 Juli lalu.

Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu satu alasan mengapa anak kini jadi sasaran penularan. Sementara yang dewasa justru lebih terlindungi.

Jumlah orang yang sudah divaksin di Indonesia mencapai 29,2 juta jiwa. Semuanya di atas 18 tahun. Di Surabaya angka vaksinasi bahkan sudah 43 persen. Sebanyak 1,3 juta warga kota pahlawan telah divaksin. 

Kondisi ini membuat orang dewasa lebih kebal dari Covid-19. Kalau pun terpapar, mereka hanya menderita gejala ringan. Bahkan tanpa gejala sama sekali.  

Sebaliknya, semua anak-anak belum mendapat vaksin sama sekali. “Virus akan menular ke sesama anak. Makanya, jangan ragu vaksinasi anak,” tegas pakar pernafasan anak itu.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
'Surabaya Memanggil', Aksi Nyata Warga Kota Surabaya Tangani Covid-19

Current Issues
Epidemiolog: Jangan Samakan Omicron dengan Flu

Current Issues
Cegah Peningkatan Omicron, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Perjalanan Luar Negeri