Tech

Royal Banget! Microsoft Beri Karyawan Bonus Pandemi Rp 21,8 Juta

Jingga Irawan

Posted on July 9th 2021

Jika yang lain merana karena pandemi tak kunjung usai, cerita berbeda dialami karyawan Microsoft. Dilansir The Verge, Jum’at (9/7) Microsoft memberi karyawannya bonus pandemi sebesar USD 1.500 atau sekitar Rp 21,8 juta.

Raksasa teknologi tersebut mengatakan bonus kali ini merupakan pengakuan atas tahun fiskal yang unik dan menantang yang baru saja diselesaikan Microsoft.

Chief people officer Microsoft Kathleen Hogan mengumumkan hadiah tersebut kepada karyawan Jumat (9/7) dan berlaku untuk semua karyawan yang memenuhi syarat baik di AS maupun internasional.

Microsoft memberikan bonus ini kepada semua staf di bawah level wakil presiden perusahaan, yang memulai pekerjaannya pada atau tepat 31 Maret 2021. Termasuk bagi mereka yang bekerja paruh waktu dan mereka yang memiliki status tarif per jam.

Microsoft memiliki 175.508 karyawan di seluruh dunia. Tetapi karyawan LinkedIn, GitHub, dan ZeniMax tampaknya tak termasuk dalam syarat untuk bonus, meskipun tiga perusahaan terpisah ini masih menjadi milik Microsoft.

Perusahaan yang dibangun oleh Bill Gates tersebut akan menggelontorkan uang sebesar USD 200 juta atau setara dengan keuntungan perusahaan selama kurang dari dua hari.

Tak hanya Microsoft, perusahaan besar lainnya juga memberi bonus selama setahun terakhir, termasuk Facebook memberi hadiah masing-masing USD 1.000 kepada 45.000 karyawannya. Sedangkan Amazon memberikan bonus liburan sebesar USD 300 untuk pekerja garis depan. BT Grup juga memberi hadiah kepada 60.000 karyawannya masing-masing USD 2.000. Lalu, Vox Media memberi karyawan bonus USD 1.000 akhir tahun lalu.

Microsoft mengatakan pihaknya juga telah menyumbangkan lebih dari USD 98 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun bantuan kepada organisasi nirlaba di negara bagian Washington sejak pandemi COVID-19 dimulai. Rencananya mereka juga memberikan dukungan tambahan sebesar USD 60 juta (Rp 873 miliar) pada Juli.

Sejak pandemi dimulai, Microsoft telah menghasilkan setidaknya USD 160 miliar (Rp 2,3 kuadriliun) pendapatan, berkat campuran bisnis yang membawa kepopuleran pada layanan cloud, peningkatan penjualan laptop dan penggunaan Windows, serta pertumbuhan penggunaan Xbox yang kuat.(*) 

Related Articles
Tech
Amazon, Facebook dan Instagram Rambah Industri Musik Lewat Fitur Baru Mereka

Tech
TikTok Batal Kerja Sama dengan Microsoft di Amerika, Lebih Pilih Oracle

Tech
Amazon Akan Bayar Pelanggan Rp 140 Ribu untuk Pindai Telapak Tangan, Buat Apa?