Esports

Resmi! Valve Pilih Kota Bucharest, Romania Sebagai Tuan Rumah TI 10

Dika Afandi N

Posted on July 8th 2021

Valve akhirnya mengumumkan kota penyelenggaraan event prestisius mereka untuk scene DOTA 2, yaitu The International (TI) 10. Setelah ditolak di Avici Arena, Stockholm, Swedia, TI akhirnya digelar di Bucharest, Rumania. Waktu penyelenggara pun diundur. Dari 5 Agustus 2021 ke 7 Oktober 2021. 

Valve memang sempat menemui kendala dalam menyelenggarakan TI 10. Mereka yang sejak awal ingin menggelar di Swedia tidak dapat izin dari pemerintah setempat. Dari sana mereka langsung mencari kota-kota yang siap menjadi tuan rumah salah satu turnamen esports terbesar di dunia itu. Dari sana akhirnya diputuskan digelar di Rumania.

TI 10 nantinya digelar di stadion berkapasitas besar, Arena Nationala. Arena Nationala merupakan salah satu stadion terbaik di Romania. Stadion ini juga menjadi kandang dari tim nasional Romania dan salah satu klub sepak bola tersukses di negara itu yakni Steaua Bucuresti.

Valve resmi menyampaikan kabar tersebut melalui situs resmi DOTA 2. Valve juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah Rumania atas kerja samanya sehingga The International 10 bisa terlaksana nantinya. Tak lupa, Valve juga berterima kasih kepada para penggemar Dota 2 karena telah bersabar menunggu.  

Rencananya, fase group stage akan berlangsung pada 7-10 Oktober mendatang. Sedangkan, fase playoff dimulai pada 12 Oktober. Nantinya, dua tim terbaik akan melakoni laga grand final yang akan dihelat pada 17 Oktober untuk menjadi tim terbaik DOTA 2. Prizepool The International 10 juga tak berubah, sebesar USD 40 juta. Setara dengan Rp 582 miliar.

Perlu diketahui, kota Bucharest menjadi salah satu kota yang jarang menjadi tuan rumah untuk perhelatan DOTA 2 Pro Circuit (DPC). Namun Bucharest pernah menjadi turnamen Major dan Minor. Sehingga kota ini sebenarnya tak asing lagi bagi penggemar DOTA 2. Terutama mereka yang ada di Eropa.

Salah satu tim esports Indonesia, BOOM Esports pernah ikut di gelaran Bucharest Minor pada 2019 silam. Sayangnya, di ajang tersebut BOOM Esports harus melakukan “GG Call” atau mengakui keunggulan lawan. Terlepas dari itu, perjuangan BOOM Esports untuk bisa tampil di ajang tersebut tetap membanggakan. Sekaligus menunjukkan Indonesia masih berada dalam peta persaingan DOTA 2 dunia.(*)

Related Articles
Esports
Valve Umumkan The International 10 DOTA 2 di Gelar Agustus Mendatang

Esports
Gagal Lolos ke One Esports Singapore Major 2021, BOOM Esports Resmi Depak “Drew”

Esports
Omega Esports Kubur Asa BOOM Esports Lolos ke TI 10 Lewat Major DPC Season 2