Tech

Mantan Bos Spotify Sebut Pendapatan Musisi dari Stream “Bukan Masalah Spotify”

Menyinggung Taylor Swift yang sempat protes masalah ini juga.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on July 7th 2021

(Foto: Getty)

Permasalahan pendapatan musisi dari stream memang masih runyam. Baru-baru ini, terkuak sebuah percakapan dalam acara SyncSummit di New York. Seorang musisi bernama Ashley Jana mengungkapkan sarannya untuk menaikkan pendapatan per stream, tetapi ditanggapi agak pedas oleh mantan petinggi Spotify, Jim Anderson.

Dalam konferensi tersebut, Jana menyarankan kenaikan pendapatan per stream sebesar 1 sen (USD 0,001) per stream. Saat ini, kisaran bayaran yang diberikan Spotify per stream adalah USD 0,003-0,005 atau sekitar 43-72 rupiah saja. Musisi tersebut mempertanyakan kenapa platform streaming tersebut tidak memberikan bayaran lebih terhadap para pencipta karya.

Sayangnya respons Anderson kurang memihak pada musisi. Ia berkata bahwa permasalahan pemasukan musisi bukanlah permasalahan yang harus Spotify selesaikan.

“Oke, sekarang kita bicara tentang hak. Maksudku, aku punya masalah dengan komentar Taylor Swift. [...] Aku selalu menganggap diriku seorang seniman karena aku adalah seorang penemu, oke? Sekarang aku merelakan hak patenku secara gratis. Aku tidak pernah meminta royalti untuk apa pun,“ ujarnya.

Di tahun 2014, Taylor Swift memang pernah menarik semua karyanya dari Spotify karena masalah pendapatan. Baru di tahun 2017 ketika 1989 diluncurkan, semua karyanya tersedia di semua platform untuk streaming. Saat itu Taylor menyebutnya sebagai ”ungkapan terima kasih pada fans“ karena albumnya itu telah terjual sebanyak 10 juta salinan.

Anderson melanjutkan, ”Kurasa Taylor Swift tidak memerlukan tambahan 0,00001 per stream. Intinya adalah: Spotify dibuat untuk menyelesaikan masalah. Masalahnya adalah: pembajakan dan distribusi musik. Masalahnya adalah mengenalkan para artis ke publik. Masalahnya bukan memberi orang uang.”

Jana berargumen bahwa saat ini kesejahteraan musisi telah menjadi masalah—tetapi Anderson tetap dengan pendapatnya. Wah, sangat disayangkan ya.

Di luar itu, Spotify telah merilis Greenroom, platform serupa Clubhouse yang bisa mengubah percakapan jadi podcast. Platform satu ini juga telah memperbolehkan kreator podcast untuk membuat konten mereka berbayar.

Tonton rekaman percakapan Jana dan Anderson di bawah ini. (*)

Related Articles
Opinion
Apa Itu Royalti Musik dan Kenapa Musisi Memang Harus Mendapatkannya?

Tech
Spotify Akhirnya Bisa Dipakai Warga Korea Selatan

Interest
Spotify Tambah Fitur Fundraising untuk Para Musisi