Tech

Volvo, Daimler dan Traton Bangun 1,700 Jaringan Pengisian Truk Listrik di Eropa

Jingga Irawan

Posted on July 6th 2021

credit: Green Car Reports

Tak hanya pabrikan mobil listrik, perusahaan truk dan bus listrik juga mulai membangun stasiun pengisian daya. Dilansir TechCrunch, Selasa (6/7) Volvo Group, Daimler Truck, dan Traton Group milik Volkswagen, mengumumkan perjanjian tidak mengikat untuk membangun jaringan stasiun pengisian daya berkinerja tinggi. 

Tiga pembuat mobil besar Eropa tersebut akan menginvestasikan USD 593 juta (Rp 8,5 triliun) untuk memasang dan mengoperasikan 1.700 titik pengisian daya di lokasi strategis dan dekat dengan jalan raya. Ketiga perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan perjanjian pada akhir tahun ini dan mulai beroperasi tahun depan.

Mereka ingin mendorong Uni Eropa untuk netral karbon bagi transportasi berat pada 2050. Salah satu penghalang utama bagi individu dan perusahaan kargo untuk beralih ke EV secara historis adalah kurangnya infrastruktur pengisian daya. Dengan membangun infrastruktur itu, Volvo, Daimler, dan Traton juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan truk dan bus listrik mereka.

“Ini adalah tujuan bersama dari produsen truk Eropa untuk mencapai netralitas iklim pada tahun 2050. Namun, sangat penting bahwa membangun infrastruktur yang tepat berjalan seiring dengan menempatkan truk-truk netral karbon di jalan,” kata Martin Daum, CEO Daimler Truck.

Kemitraan antara Volvo dan Daimler belum pernah dilakukan. Namun, pada Mei lalu kedua pesaing bekerja sama memproduksi sel bahan bakar hidrogen untuk truk jarak jauh guna menurunkan biaya pengembangan dan meningkatkan volume produksi. Usaha terbaru ini adalah sinyal lain bahwa perusahaan-perusahaan besar bersatu memecahkan masalah terkait iklim di industri ini.

Asosiasi Industri Mobil Eropa (ACEA) telah menyerukan pembangunan hingga 50.000 titik pengisian kinerja tinggi pada tahun 2030. CEO Traton Matthias Gruendler mengatakan kepada Reuters bahwa demi mewujudkan itu, sekitar EUR 10 miliar akan dibutuhkan untuk membangun infrastruktur Eropa agar sepenuhnya dialiri listrik pada tahun 2050.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Volvo, usaha ini juga merupakan ajakan untuk bertindak bagi pihak lain yang memiliki saham di industri ini, seperti pembuat mobil atau pemerintah, untuk bekerja sama memastikan ekspansi cepat yang diperlukan untuk mencapai tujuan iklim. Volvo, Daimler dan Traton akan memiliki saham yang sama dalam usaha tersebut tetapi akan terus bersaing di bidang lainnya.(*)

Related Articles
Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Tech
6 Tahun Lagi Harga Mobil Listrik Lebih Murah Dibanding Kendaraan BBM

Tech
Volkswagen Mulai Bangun Pabrik Baterai EV Tahun Depan