Current Issues

Biar Gak Bingung, Ini Panduan BPOM Soal Penggunaan Vaksin Bio Farma untuk Remaja

Dwiwa

Posted on July 5th 2021

Ada kabar gembira lagi nih buat Gen Z. Seteleh Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk remaja beberapa waktu lalu, kini panduan penggunaannya untuk anak usia 12-17 tahun juga sudah diterbitkan.

Dilansir dari Antara, panduan ini tidak hanya berisi informasi berkaitan dengan manfaat dan risiko penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac produksi PT Bio Farma bagi remaja. Tetapi juga orang dewasa berusia 18-59 tahun dan lansia. Vaksin Covid-19 Bio Farma sendiri berbasis virus yang dimatikan untuk memicu respon imun terhadap SARS-Cov-2, sehingga bisa mencegah terjadinya penyakit.

Meski begitu, panduan ini juga mengingatkan jika perlinudngan yang diberikan tidak 100 persen. Artinya, masih ada kesempatan bagi kita untuk tertular virus. Tetapi setidaknya, risiko keparahannya akan menurun dibanding yang tidak divaksin.

Panduan vaksinasi untuk anak-anak dan remaja berusia 12 sampai 17 tahun yang pertama adalah, vaksin akan diberikan melalui suntikan di otot lengan atas (intramuskular). Sebanyak 0,5 ml dalam dua dosis selang waktu 28 hari.

Dalam dokumen tersebut BPOM juga menjelaskan tentang efek samping vaksin. Disebutkan hingga hasil uji klinis di beberapa negara memperlihatkan efek samping hanya ringan hingga sedang. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.

Pada 550 subyek anak yang mengikuti uji klinis vaksin Sinovac di Tiongkok pun juga hanya mengalami efek samping ringan. Paling sering hanya nyeri di tempat suntikan. Namun hasil analisis sub group menunjukkan jika dibandingkan kelompok umur 3-5 tahun dan 6-11 tahun, efek samping kelompok umur 12-17 tahun lebih tinggi.

Efek samping sistemik seperti demam dan hidung berarir lebih tinggi pada kelompok umur 3-5 dan 6-11 tahun dibanding usia 12-17 tahun. Sedangkan efek samping sistemik nyeri pada tempat suntikan dan sakit kepala lebih tinggi pada kelompok umur 12-17 tahun dibanding kelompok umur anak lainnya.

Hal lain yang juga disebutkan di panduan tersebut adalah calon penerima manfaat diharuskan memberi tahu petugas kesehatan jika memiliki penyakit penyerta. Misalnya saja jika kalian memiliki riwayat alergi, penyakit akut, gangguan pendarahan, terkonfirmasi mengalami imunodefisiensi, epilepsi atau gangguan saraf lain yang tidak terkontrol, penyakit autoimun, riwayat asma berat, dan sejenisnya.

Panduan tersebut juga menyebutkan jika orang yang memiliki riwayat alergi terhadap vaksin, hipersensitif terhadap kandungan dari vaksin, atau memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun sejak lahir untuk tidak menggunakan vaksin Covid-19 Bio Farma. So, kalian wajib untuk memberi tahu dokter pribadi atau petugas kesehatan bila itu terjadi.

Jadi, sudah siap untuk divaksin? Gak usah pakai lama, langsung daftar ya kalau sudah ada di kotamu...(*)

Related Articles
Current Issues
Resmi! BPOM Rekomendasikan Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 12-17 Tahun

Current Issues
Di Chili, Vaksin Sinovac Bisa Digunakan untuk Anak Usia di Atas 6 Tahun

Current Issues
Apakah Semua Orang Butuh Booster Vaksin Covid-19?