Tech

Penasihat Trump Bikin Medsos Baru, GETTR. Tapi Langsung Kena Hack

Jingga Irawan

Posted on July 5th 2021

credit: GETTR

Sekutu Donald Trump rupanya masih belum menyerah dari perseteruan dengan raksasa media sosial. Dilansir dari Fox News pada Senin (5/7), mantan penasihat senior Donald Trump, Jason Miller meluncurkan platform media sosial baru, Minggu 4 Juli. Bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Amerika Serikat yang mendeklarasikan "kemerdekaan" dari Big Tech.

Jason Miller mengumumkan bahwa platform yang diberi nama 'GETTR' tersebut secara resmi diluncurkan pada pukul 10 pagi waktu AS. Peluncuran ini juga ditandai Jason sebagai revolusi dari gagasan "berkumpul bersama" sebagai komunitas di media sosial.

GETTR adalah tantangan langsung bagi oligarki media sosial dari Silicon Valley, dan hari apa yang lebih baik untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari tirani mereka selain 4 Juli? GETTR adalah pasar ide. Kami tidak akan membatalkan opini politik orang, dan GETTR menawarkan lebih banyak fitur dan teknologi yang lebih baik daripada apa pun di luar sana,” kata Jason Miller selaku CEO GETTR.

Sempat Terjadi Peretasan

Sempat terjadi peretasan di platform media sosial tersebut saat 500 ribu orang telah mendaftar sejak waktu peluncuran pertama. Salah satu akun yang diretas adalah milik mantan Menteri Luar Negeri era Trump, Mike Pompeo .

Seorang wartawan memposting tangkapan layar di Twitter dari beberapa profil GETTR, termasuk akun milik Mike Pompeo dan Jason Miller sendiri. Nama akun-akun tersebut diubah menjadi "JubaBaghdad ada di sini, ikuti saya di twitter :)". Beberapa akun yang dimiliki pejabat pro Trump juga bertuliskan “Free Palestine.”

Saat ditanya tentang keamanan di media sosial baru mengatakan, Jason Miller mengaku situasinya telah diperbaiki. "Masalahnya terdeteksi dan disegel dalam hitungan menit. Dan semua penyusup dapat melakukannya adalah mengubah beberapa nama pengguna," kata Jason Miller dalam sebuah pernyataan email kepada Reuters.

Pemilihan Tanggal Peluncuran Sebagai Bentuk Protes

Jason pekan lalu mengatakan kepada Fox News bahwa pemilihan tanggal 4 Juli sangat disengaja. Dia menekankan bahwa itu berhubungan dengan Hari Kemerdekaan AS yang berarti Independen dari monopoli media sosial, independen dari budaya pemblokiran dan merangkul kebebasan berbicara.

Untuk sementara GETTR hanya tersedia dalam waktu yang singkat selama pengujian Beta, dan langsung naik ke 10 besar di antara semua Aplikasi gratis yang diunduh dari Apple App Store. Termasuk berada di peringkat ketiga di antara aplikasi jejaring sosial. Jason mengklaim bahwa GETTR berada di peringkat dua di antara semua aplikasi gratis di Google Play App Store, menjelang peluncuran.

Jason mengklaim, minat terhadap GETTR semakin meningkat dan menekankan bahwa platform ini tidak hanya untuk kaum konservatif AS, tetapi untuk orang-orang dari semua lapisan politik dari seluruh dunia. “Kami tidak takut dengan gagasan yang menantang gagasan kami sendiri. Itulah yang harus selalu menjadi pengalaman online,” kata Jason.

GETTR disebut mirip Twitter. Tapi memungkinkan pengguna mengirim pesan yang lebih panjang hingga 777 karakter. Juga akan mengizinkan pengguna untuk memposting gambar dengan kualitas baik, mengunggah video hingga tiga menit, dan memiliki kemampuan untuk mengedit video di dalam aplikasi.

Miller berharap mantan Presiden Donald Trump dapat bergabung dengan platform-nya, setelah drama pemblokiran akun Trump tak kunjung berakhir. Miller mengatakan kepada Fox News bahwa Trump tidak mendanai platform tersebut dengan cara apa pun.

"Kami tentu berharap Presiden Trump akan join dengan platform, tetapi saya akan menyerahkan kepadanya untuk membuat keputusan tentang apa yang dia lakukan. Saya tentu berharap dia join, tetapi Presiden Trump memiliki sejumlah opsi berbeda yang ia pertimbangkan," kata Miller.

Mantan presiden itu sedang mencari cara untuk menjangkau jutaan pendukungnya lagi setelah dikeluarkan dari Twitter dan ditangguhkan dari Facebook, awal tahun ini. Trump untuk sementara mencoba mengumpulkan pendukungnya melalui peluncuran blog yang sekarang dinonaktifkan.(*)

Related Articles
Current Issues
Donald Trump Beri Selamat Kepada Nigeria Karena Berani Blokir Twitter

Current Issues
Di Florida, Platform Media Sosial Tak Bisa Asal Blokir Konten Politisi

Current Issues
Belum Satu Bulan Diluncurkan, Blog Donald Trump Ditutup