Tech

Wujudkan Ambisi Kuasai Pasar EV, GM Investasi Besar ke Perusahaan Lithium

Jingga Irawan

Posted on July 3rd 2021

General Motors telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan pertambangan untuk mendapatkan lithium, bahan utama baterai mobil listrik di Amerika Serikat. Dilansir dari The Verge pada Sabtu (3/6), GM akan berinventasi multi-juta dolar di Controlled Thermal Resources (CTR) untuk mendukung upaya perusahaan pertambangan itu mengekstrak lithium dari Salton Sea Geothermal Field California.

The Verge menilai bahwa investasi ini sangat berisiko bagi GM. Pasalnya, tidak ada produksi lithium skala penuh dari tanah AS. Produksi besar lithium dunia berasal dari dua wilayah: endapan garam lithium di Amerika Selatan, yakni Argentina, Chili, dan Bolivia. Dan, endapan batuan keras di Australia. Namun di sisi lain, langkah ini juga menjadi simbol bahwa GM serius perusahaan EV penuh pada 2035.

Melansir terpisah dari Reuters, investasi proyek lithium GM dapat menjadi yang terbesar di AS pada 2024. Sekaligus menjadikan perusahaan otomotif ternama itu salah satu yang pertama mengembangkan sumber logam baterainya sendiri.

"Ini akan memasok kebutuhan lithium kami dalam jumlah yang cukup besar," kata Tim Grewe, direktur strategi elektrifikasi GM, dikutip dari Reuters.

Perusahaan menolak untuk lebih spesifik menyebutkan jumlah investasinya, tetapi mengatakan proyek lithium akan digunakan untuk membangun EV di Amerika Serikat. Insinyur dan ilmuwan GM akan mengunjungi situs tersebut setelah pembatasan perjalanan terkait pandemi berakhir.

Menurut Tim Grewe, proses ekstraksi langsung CTR akan memiliki jejak fisik yang sangat kecil yang menghasilkan sangat sedikit emisi karbon. Baterai kendaraan listrik dapat menggunakan lithium karbonat atau lithium hidroksida, tetapi industri biasanya memakai lithium karbonat, karena mengandung keduanya.

“Lithium adalah logam penting untuk membuat kendaraan listrik jarak tempuh tinggi yang terjangkau ini di masa depan kita. Kami akan memiliki hak pertama untuk lithium yang dihasilkan dari proyek ini,” ujar Tim Grewe.

GM mengatakan jumlah signifikan lithium yang dibutuhkan untuk baterai EV-nya akan berasal dari situs pengembangan Hell's Kitchen CTR di Salton Sea Geothermal Field, yang terletak di Imperial, California. Komisi Energi California memperkirakan daerah tersebut dapat menghasilkan 600.000 ton lithium karbonat per tahun, yang senilai USD 7,2 miliar.

“Ini adalah sumber air garam lithium terbesar di Amerika Serikat. Meski bukan di planet ini, tapi ini akan menjadi pusat penting," Rod Colwell, CEO CTR, mengatakan kepada Fortune awal bulan ini.

Sementara itu, Rod mengatakan terpisah pada Reuters bahwa proyek Hell's Kitchen dapat memproduksi 60.000 ton lithium. Cukup untuk membuat sekitar 6 juta EV. Dengan catatan tergantung pada desain dan jika semuanya berjalan sesuai rencana. Perusahaan CTR juga berharap untuk segera mendapatkan izin lingkungan federal pada akhir tahun depan.

Namun, tahap pertama proyek CTR diperkirakan tidak akan menghasilkan lithium sampai tahun 2024. Meskipun begitu, Tim Grewe mengatakan GM akan mencoba mensintesis lithium untuk baterainya secepat mungkin.(*)

Foto: General Motors

Artikel Terkait
Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Tech
Agar Mobil Listrik Murah, Hyundai Jualan Tanpa Baterai. Gantinya Sistem Sewa

Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?